DetikNews
Rabu 24 April 2013, 07:19 WIB

Mereguk Manisnya Budidaya Lebah Madu

- detikNews
Mereguk Manisnya Budidaya Lebah Madu
Banyuwangi - Madu rasanya tidak hanya manis. Keutungan yang dihasilkan dari usaha budidaya lebah madu juga tak kalah manis dengan rasanya. Laba yang dihasilkan dari usaha itu bisa mencapai 60 persen dari biaya produksi.

Laba itu berasal dari produk yang dihasilkan lebah madu yang dibudidayakan. Diantaranya madu, royal jely, polen serta propolis. Semua produk yang dihasilkan itu memiliki nilai jual tinggi khususnya untuk produk kesehatan.

\\\"Polen multifora harganya Rp 60 ribu\/Kg. Polen biasa (bunga jagung) Rp 50 ribu\/Kg, Propolis Rp 250 ribu\/Kg dan Royal jely Rp 750 ribu\/Kg,\\\" kata Abdur Rasyid (25), petani lebah madu, ditemui detikcom, di sela kesibukannya merawat kotak-kotak lebah di kawasan hutan Licin, Banyuwangi, Rabu (24\/4\/2013).

Rasyid-panggilannya-mengatakan, dirinya menggeluti usahanya itu sejak 2003. Awalnya dia hanya memiliki beberapa kotak lebah saja. Dengan dikembangbiakan sendiri, kini jumlahnya sudah menjadi 150 kotak lebah.

Lebah yang dibudidayakannya dari jenis melivera (lebah asal Australia). Saat ini harga perkotak lebah milerva bisa mencapai Rp 500 hingga Rp 700 ribu. Lebah jenis ini banyak dipilih petani karena saat dipanen lebih mudah dan hiegienis dibanding lebah lokal.

\\\"Sebab saat diproses dengan alat panen khusus, larva lebah melivera mudah untuk dipisahkan dari madunya,\\\" tambahnya.

Rasyid tidak sendiri dalam bisnis budidaya lebah madu. Dia bersama teman-temannya di kelompok tani lebah madu \\\"Bunga Citra Lestari\\\" Desa\/Kecamatan Wongsorejo menyuplai kebutuhan madu disejumlah wilayah di Pulau Jawa. Seperti Malang dan Woleri-Jawa Tengah.

Permintaan 2 wilayah itu terbilang sangat tinggi. Dalam sekali kirim, pria keturunan Madura ini sanggup mengirim 10 ton madu. Untuk Banyuwangi sendiri permintaan madu dan produk turunan lainnya masih terbilang rendah.

\\\"Untuk pasar lokal permintaan banyak dari Kecamatan Muncar tapi hanya 1 hingga 2 kwintal madu saja,\\\" urai pemuda berkulit gelap ini.

Menggeluti budidaya lebah madu diperlukan keluwesan mengikuti musim. Musim yang dimaksud bisa cuaca dan musim bunga atau buah. Sebab hal itu akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas madu atau produk turunannya yang signifikan dengan harga jual nantinya.

Rasyid mencontohkan, bila memasuki musim hujan antara Desember-Mei maka yang dihasilkan lebih banyak polen dibandingkan madu. Dari 150 kotak lebah, perkotaknya bisa menghasilkan setengah kilo polen\/hari.

Sedangkan produksi madu menurun karena tidak adanya bunga yang mekar dimusim hujan. Selain polen, keuntungan akan dihasilkan dari Royal Jely dan propolis.

\\\"Biaya produksinya semusim hujan antara Desember-Mei bisa Rp 45 juta untuk 150 kotak lebah. Musim panas Rp 25 juta,\\\" tuturnya.

Keuntungannya akan meningkat saat memasuki musim bunga yang biasanya bertepatan memasuki musim panas. Namun Rasyid mengaku harus bekerja ekstra keras, lantaran harus berpindah-pindah tempat untuk menggembala lebahnya ke sejumlah wilayah.

Semisal untuk mendapatkan madu bunga kelengkeng, dia harus memboyong lebahnya ke Kediri. Untuk madu bunga Randu dia harus ke Pati dan Pasuruan. Sedangkan madu bunga kopi, lebah-lebahnya digembala ditepian hutan Licin, Banyuwangi.

\\\"Harga madu akan beda sesuai dengan bunga yang dihisap lebah. Yang paling mahal madu dari bunga kelengkeng\\\" tutur Rasyid.

Rasyid mengaku usaha yang digelutinya sangat menggiurkan. Karena permintaan madu, royal jely, propolis dan polen dalam negeri dari tahun ke tahun trendnya cenderung meningkat.

Saat disinggung beredarnya madu palsu, Rasyid memiliki tips untuk konsumen agar tidak tertipu. Sepengetahuannya, madu asli saat dimasukan ke segelas air akan tetap menggumpal didasar gelas. Atau hanya akan larut jika diaduk.

\\\"Atau bisa juga dites dengan pentol korek yang diolesi madu. Jika tetap nyala berarti madu asli,\\\" tandasnya berbagi tips untuk membedakan madu asli dan palsu.




(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed