DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 14:59 WIB

Massa Aksi di Solo Desak Polisi Tangkap Pembakar Tulisan Tauhid

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Massa Aksi di Solo Desak Polisi Tangkap Pembakar Tulisan Tauhid Massa aksi bela kalimat tauhid di Solo (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Massa Aksi Bela Kalimat Tauhid di Solo melanjutkan unjuk rasa di depan Mapolresta Surakarta, Selasa (23/10/2018). Mereka mendesak Polri mengusut dan menangkap oknum Banser yang membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid.

Ribuan peserta tampak memenuhi Jalan Adi Sucipto depan Mapolresta Surakarta. Bendera-bendera bertuliskan kalimat tauhid terus dikibarkan oleh peserta.


Banyak pula dari peserta yang mengenakan atribut berlafaz kalimat tauhid, seperti topi dan ikat kepala. Seruan takbir dan syahadat juga terus bergema.
Massa Aksi di Solo Desak Polisi Tangkap Pembakar Tulisan TauhidMassa aksi di depan Maporesta Surakarta (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Tampak polisi turut mengamankan aksi siang ini. Mereka juga berjaga di pintu gerbang Mapolresta Surakarta.

Salah satu orator, Dadyo Hasto Kuncoro, mengecam tindakan yang dilakukan oknum Banser di Garut itu. Menurutnya, aksi tersebut telah menghina Islam.

"Kami menuntut agar pelaku dihukum dan dipidana serta meminta maaf secara resmi dari organisasi. Karena mereka melakukannya dengan seragam resmi dan dalam acara resmi," kata Hasto.
Massa Aksi di Solo Desak Polisi Tangkap Pembakar Tulisan TauhidPolisi yang berjaga di depan Mapolresta (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)


Selain itu, dia meminta Banser untuk melakukan evaluasi terhadap organisasinya. Dia berharap Banser membina anggotanya dengan baik.

"Kami minta Banser mengevaluasi, menata, membuna para anggotanya dengan lebih baik dan berakhlaqul karimah, agar menghargai ukhuwah dengan benar," ujarnya.


Simak Juga 'Heboh Pembakaran Bendera Berkalimat Tauhid':

[Gambas:Video 20detik]



(bai/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed