DetikNews
Rabu 15 Agustus 2018, 13:14 WIB

Kekeringan Landa di Banjarnegara, Warga Beli Air di Pencucian Mobil

Uje Hartono - detikNews
Kekeringan Landa di Banjarnegara, Warga Beli Air di Pencucian Mobil Warga Bajarnegara membeli air bersih untuk konsumsi. Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Akibat kekeringan di Desa Jalatunda, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara, warga terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan konsumsi setiap harinya ke desa lain. Warga menggunakan mobil bak terbuka yang dibeli dari tempat pencucian mobil.

Kepala Desa Jalatunda Satam mengatakan, untuk kebutuhan konsumsi seperti minum dan masak, warga membeli air bersih di Desa Mandiaraja Kulon. Biasanya warga menggunakan mobil bak terbuka yang lapisi plastik.

"Untuk konsumsi warga beli di desa Mandiraja Kulon. Jaraknya sekitar 6 kilometer, makanya menggunakan kendaraan saat membeli air bersih," ujarnya saat ditemui di Balaidesa Jalatunda, Rabu (15/8/2018).

Disampaikan, mobil bak terbuka tersebut mampu mengangkut air bersih sekitar 1.500 liter. Biasanya, warga harus membayar Rp 90 ribu untuk air bersih satu bak kendaraan pikap itu.


"Harganya Rp 90 ribu untuk satu kendaraan. Ada yang patungan kemudian dibagi beberapa KK tetapi ada yang beli untuk sendiri," kata dia.

Air bersih yang dibeli warga Banjarnegara dari tempat pencucian mobil. Air bersih yang dibeli warga Banjarnegara dari tempat pencucian mobil. Foto: Uje Hartono/detikcom


Di wilayahnya saat ini, ada 800 KK yang mengalami kekeringan. Saat ini, untuk kebutuhan air bersih bisa dicukupi dengan membeli sedangkan untuk mandi dan mencuci menggunakan sedikit air yang tersisa di sungai yang tidak jauh dari tempat tinggal penduduk.

"Hanya karena airnya keruh dan kotor banyak warga yang gatal-gatal. Tetapi tidak ada pilihan lain, karena air yang beli hanya untuk mencukupi kebutuhan konsumsi," ujarnya.


Diwawancara terpisah, pengelola pencucian mobil Rohman mengatakan, saat ini sudah banyak warga yang mengambil air bersih dari tempat pencucian mobil miliknya. Air bersih tersebut diambil dari sumur miliknya.

"Air ini berasal dari air sumur, memang dari dulu meski ada kemarau sumurnya tidak pernah kering," tuturnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed