DetikNews
Sabtu 04 Agustus 2018, 09:30 WIB

Hiii... Ada Makam di Pasar Godean Sleman

Ayu Rifka Sitoresmi - detikNews
Hiii... Ada Makam di Pasar Godean Sleman Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom
Sleman - Di Pasar Godean, Sleman ada sepasang makam, namun tidak banyak orang yang mengetahuinya. Makam ini adalah makam Kyai dan Nyai Jembrak, salah satu pengikut Pangaren Diponegoro.

Masyarakat sekitar Godean menyebutnya makam Mbah Jembrak. Letak makam itu benar-benar di dalam pasar dan tidak jauh dari pintu utama. Di dalam makam yanga ada di dalam pasar itu hanya ada dua batu nisan yakni nisan Kyai Jembrak dan Nyai Jembrak, yang tak lain adalah istrinya. Bangunan makam juga tampak sederhana dengan cungkup berukuran 3x3 meter dengan sebuah pintu masuk..

Dua buah nisan Kyai Jembrak dan Nyai Jembrak ukurannya lebih kurang sama dengan panjang sekitar 180 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 60 cm. Nisan dibuat dari batu. Kedua nisan tersebut berada dalam sebuah cungkup yang menjadi satu dengan dinding pagar depan kompleks Pasar Godean. Kedua nisan Mbah Jembrak tersebut diberi tirai putih dengan kerangka kayu berbentuk persegi.
Makam Kyai dan Nyai JembrakMakam Kyai dan Nyai Jembrak Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom

Tidak banyak yang mengetahui latar belakang atau sejarah Mbah Jembrak. Staff Pasar Godean, Suko Handoyo yang sering mengantarkan peziarah mengatakan bahwa menurut informasi yang diterima dari dukuh sepuh yang tinggal di utara Pasar Godean, makam itu memang sudah ada sebelum pasar Godean dibangun.

"Dulu waktu Pasar Podean di bangun ada yang pernah mencoba memindahkan makam tersebut tetapi tidak bisa, dan pada akhirnya dibangunlah cungkup seperti saat ini." ujar Suko.

Dari informasi yang ia dapat dari dukuh sepuh, Mbah Jembrak ini dulunya merupakan pengikut Pangeran Diponegoro yang dikenal dengan nama Senopati Gagak Handoko. Lalu hidup di desa Godean hingga meninggal.

" Bahkan hingga saat ini masih banyak peziarah yang datang, dari sanak saudara ataupun dari masyarakat luar Yogya yaitu dari Solo, Magelang, Kebumen, dan Kutoarjo. Mereka rata-rata datang di malam hari Jum'at kliwon," tambah Suko.

Selain makam Mbah Jembrak, pasar ini juga menyimpan sejarah lain yaitu sumur kuno yang juga berumur lebih dari ratusan tahun yang terletak di dalam sebeleh utara dan masuk ke dalam pasar. Sumur kuno ini berdiameter 3 meter dengan kedalaman 8 meter, dan hingga saat ini masih digunakan untuk sumber air bersih di Pasar Godean.
(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed