DetikNews
Jumat 20 April 2018, 11:13 WIB

Yatin Haryati, Sosok Kartini Tangguh dari Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Yatin Haryati, Sosok Kartini Tangguh dari Purworejo Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Seorang guru di Purworejo, Jawa Tengah, tetap semangat mengajar meski dalam kondisi keterbatasan fisik. Bahkan, semangat mengabdi terhadap dunia pendidikan itu sudah ia lakoni selama belasan tahun.

Seperti hari biasanya Yatin Haryati (44), seorang guru taman kanak-kanak mendatangi para muridnya di Taman Kanak-Kanak Ulul Albab, Desa Kedungagung, Kecamatan Butuh. Disambut oleh para muridnya, seorang guru honorer yang selalu menggunakan kursi rodanya ini tetap bersemangat untuk membagikan ilmunya, meski bersusah payah mengayuh kursi roda sejauh 100 meter dari rumahnya.

Guru yang akrab dipanggil Bu Atin ini mengalami kelainan fisik sejak lahir yang menyebabkan segala sesuatunya harus ia lakukan di atas kursi roda. Sejak kecil dokter mendiagnosa dirinya menderita TBC tulang, sehingga kedua kakinya rapuh dan tak bisa berjalan hingga sekarang.

Sosok Bu Atin menjadi contoh Kartini tangguh masa kini yang rela berjuang demi masyarakat. Dirinya berpedoman, mengajar merupakan ladang pahala yang bisa dipetik manfaatnya di akhirat kelak.
Bu Atin saat mengajar di TKBu Atin saat mengajar di TK Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

"Saya jadi guru sudah sejak 2004. Saat menjadi guru saya bisa memberi ilmu dan isya allah kelak ketika saya sudah meninggal pahalanya masih mengalir untuk saya. Jadi saya berharap bisa memberikan ilmu yang bermanfaat," ucapnya ketika ditemui detikcom disekolahnya, Jumat (20/4/2018).

Tak hanya mengajar di sekolah itu, wanita yang belum pernah menikah itu juga mengajar pelajaran tambahan siswa serta menjadi guru ngaji di rumahnya. Banyak suka duka yang ia lalui selama menjadi guru, namun menurutnya hal itu menjadi semangat dan motivasi tersendiri baginya.

Sebelumnya Bu Atin tidak pernah menyangka jika akan berprofesi menjadi guru, terlebih dengan keterbatasan fisik. Namun menurutnya hal itu merupakan sebuah tantangan yang harus dilalui dengan percaya diri.

"Alhamdulillah anak-anak mengerti dengan kondisi saya dan mereka bisa menerima kekurangan saya, dan saya berusaha semaksimal mungkin untuk mengeluarkan semua kemampuan saya, imbuh Atin.

Sarjana lulusan IKIP PGRI Wates ini mengaku, semangatnya bergelut di dunia pendidikan termotivasi oleh sosok pahlawan RA Kartini. Menurutnya Kartini adalah tokoh emansipasi wanita yang mampu membawa perubahan dan patut dicontoh.

Ia mengatakan bahwa emansipasi Kartini hari ini juga dilakukan oleh banyak perempuan. Kaum perempuan yang memiliki tanggungjawab dan kodrat sebagai istri dan ibu rumah tangga masih bisa memiliki banyak prestasi dalam berkarir.

"Sosok Kartini itulah yang menjadi inspirasi saya. Selama menjadi guru saya selalu berusaha semaksimal mungkin dalam memberikan pendidikan untuk murid-murid saya. Meski tidak bisa sehebat Kartini, minimal saya bisa berjuang dengan memberikan ilmu yang kelak bisa bermanfaat buat murid-murid," pungkasnya.

[Gambas:Video 20detik]


(bgs/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed