DetikNews
Selasa 17 April 2018, 08:52 WIB

Pengakuan Panitia Penyaji Tari Erotis di Jepara yang Bikin Heboh

Wikha Setiawan - detikNews
Pengakuan Panitia Penyaji Tari Erotis di Jepara yang Bikin Heboh Foto: tangkapan gambar video warga
Jepara - Sebuah acara peringatan hari ulang tahun komunitas motor di Pantai Kartini pada Sabtu (14/4) siang membuat heboh. Sebab ada tiga penari erotis yang beraksi dengan mengenakan bikini di acara itu.

Dua orang panitia acara itu yakni H dan B telah menjadi tersangka dan ditahan di Mapolres Jepara. Kepada polisi, H mengau sengaja tak menyebutkan acara musik DJ dan tarian erotis saat mengajukan izin ke Polres Jepara. Panitia hanya mencantumkan hiburan organ tunggal.

"Memang tidak kami cantumkan karena kalau ada DJ dan tarian itu kemungkinan besar izin tidak keluar. Jadi hanya musik organ tunggal," kata H kepada petugas saat di Mapolres Jepara, Senin (16/4/2018).

Dia mengatakan informasi yang didapatnya bahwa izin musik DJ dan tarian seperti itu akan sulit dikeluarkan oleh polisi.

"Akhirnya pakai musik organ tunggal," imbuhnya.

Ia tidak menyangka jika kegiatan yang dilaksanakan di Pantai Kartini Jepara tersebut berakhir di jalur hukum.

"Tidak berpikiran sampai seperti ini. Kalau penari dari Semarang kami ambil," jelasnya.

Sementara Kasat Reskrim Jepara AKP Suharto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengeluarkan izin untuk kegiatan hiburan musik DJ dan tari erotis.

"Ya jelas tidak akan kami izinkan. Jadi alasan tersangka takut tidak dapat izin dan mencantumkan hiburan organ tunggal," paparnya.

[Gambas:Video 20detik]



Sejumlah pihak mengecam kejadian ini. Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengutuk keras tarian erotis di acara itu. Kegiatan tersebut dinilai telah menodai nama baik Jepara sekaligus melukai hati masyarakat.

Marzuqi menyebut, ada perempuan yang menari erotis di Jepara, yang notabene merupakan tempat kelahiran pahlawan bangsa Kartini. Menurutnya, kaum perempuan yang seharusnya menjadi ahli waris tiga tokoh perempuan hebat milik Jepara, yakni Ratu Shima, Ratu Kalinyamat, dan RA Kartini, malah terlibat aksi tak senonoh ini.

Ditambah lagi, acara ini juga bersamaan dengan hari suci umat Islam. Dia meminta pengelola tempat wisata di Jepara jangan sampai kecolongan lagi. Kejadian ini menjadi masukan Pemkab Jepara untuk mengevaluasi pengelolaan tempat wisata.

[Gambas:Video 20detik]



"Tentu saya mengutuk keras kejadian tersebut. Sangat kita sesalkan tindakan amoral itu justru terjadi saat umat Islam memperingati hari besar, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Juga masih masih dalam suasana peringatan Hari Jadi Jepara dan menyongsong peringatan Hari Kartini," katanya kepada wartawan di kantornya.

Ketua MUI Kabupaten Jepara KH Mashudi juga menyatakan sikapnya terkait aksi tari erotis. Dia menilai aksi itu melanggar norma hukum, agama, kesusilaan, dan sosial.

Ketua MUI mengimbau masyarakat tetap menjaga situasi kondusif dan menyerahkan proses hukum kepada polisi. Mengingat sebentar lagi akan datang bulan puasa. "Kepada pemuda Jepara juga diharapkan dapat memetik hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut," imbuhnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed