DetikNews
Senin 09 April 2018, 14:35 WIB

Tim Ganjar-Yasin Polisikan Pihak yang Persoalkan Puisi Gus Mus

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Tim Ganjar-Yasin Polisikan Pihak yang Persoalkan Puisi Gus Mus Kuasa hukum tim Ganjar-Yasin, Heri Joko Setyo di Polda Jateng. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Tim kuasa hukum paslon nomor urut 1 Pilgub Jawa Tengah, Ganjar-Yasin melakukan pelaporan ke Polda Jateng. Laporan terkait penyebaran isu sara terkait puisi Gus Mus yang dibaca oleh Ganjar Pranowo.

Pelaporan dilakukan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng siang ini. Salah seorang kuasa hukum, Heri Joko Setyo melaporkan 2 fakta hukum serangan berunsur sara yang menyerang Ganjar.

Ia menjelaskan laporan pertama yaitu penyebaran pesan berantai lewat WA tentang undangan peliputan akan melaporkan Ganjar ke Bareskrim Polri karena membaca puisi berjudul "Aku Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana" itu.

"Yang pada intinya (dalam pesan berantai menyebut) bermaksud melaporkan Ganjar Pranowo ke Bareskrim terkait pembacaan puisi yang dilakukan dalam acara talk Show kandidat Jawa Tengah di Kompas TV dalam program Rosi," kata Heri di kantor Dit Reskrimsus Polda Jateng, Senin (9/4/2018).


Heri mengatakan, pihak yang melaporkan Ganjar yaitu Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Himran menyebut puisi itu menyinggung umat Islam karena mengandung unsur sara dan penistaan agama.

"Puisi itu karya cipta Kyai Mustofa Bisri (Gus Mus) yang diciptakan tahun 1987," ujarnya.

Menurut Heri, hak kekayaan intelektual atas karya puisi itu ada pada Gus Mus. Kemudian dalam UU nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta menjelaskan makna tersirat dan tersurat secara sepenuhnya yang dapat memahami adalah sang pencipta puisi.

"Ganjar Pranowo membaca puisi tersebut, di awal sudah menyebutkan puisi tersebut berjudul 'Kau ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana' adalah karya dari Kyai Mustofa Bisri, utuh tanpa ada perubahan satu kata pun," pungkasnya.


Heri mengatakan pernyataan Hirman melalui pesan berantai berisi informasi bohong soal Ganjar serta mengandung ujaran kebencian dan ajakan yang mengandung unsur sara.

"Ajakan ini berpotensi merusak iklim pilkada Jateng yang damai dan tenteram. Kita laporkan agar ada tindakan dari kepolisian untuk menindak pelaku pemecah belah bangsa," kata Heri.

Hal kedua yang dilaporkannya yaitu fitnah melalui youtube oleh seseorang yang mengaku penegak syariah.

"Orang dalam video itu memaki-maki dan mengeluarkan ujaran kotor yang tidak pantas kepada Ganjar Pranowo. Ngakunya orang penjaringan Jakarta," pungkas Heri.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed