DetikNews
Kamis 15 Februari 2018, 09:32 WIB

Pengakuan Pemilik Rumah Meditasi di Semarang yang Didatangi Polisi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Pengakuan Pemilik Rumah Meditasi di Semarang yang Didatangi Polisi Suasana di dalam rumah Rondiono alias Andi. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pemilik rumah yang digunakan untuk meditasi 11 kepala keluarga dan digrebeg polisi di Semarang yaitu Rondiono alias Andi. Dia mengaku memang menutup aktivitasnya dari dunia luar.

Andi dan 11 KK mengaku meninggalkan hal duniawi untuk mencari ketenangan.

"Ya kembali ke alam," kata Andi saat ditanya polisi di Mapolsek Pedurungan, Kamis (15/2/2018) dini hari.

Andi mengatakan kegiatannya baru sangat tertutup sekitar 3 bulan dengan target minimal 1 tahun tidak bersinggungan dengan dunia luar sama sekali. Rumah cukup besar yang berada di palebon RT 1 RW 11, Pedurungan, Kota Semarang itu seluruh bangunannya tertutup pintu lipat besar.

"Tutup gerbang sudah 3 bulan. Dalam setahun noto awak (menata diri), tidak berinteraksi," ujarnya.


Namun Andi berkilah tidak menganjurkan anak-anak untuk tidak bersekolah. Tapi kenyataannya 43 orang yang ada di sana melepas kegiatan sehari-harinya, yaitu pria tidak bekerja dan anak-anak tidak sekolah.

"Kan ngobrol-ngobrol, ya ditunda setahun (kerja dan sekolahnya)," pungkas Andi.

Bahkan ada anggota angkatan laut dari Surabaya yang desersi dan membawa keluarganya untuk ikut meditasi di sana. Menurut Andi, ia dan anggota angkatan laut berpangkat Letkol itu sudah kenal sekitar 2 tahun dan sepakat untuk kumpul bersama.

"Sudah 2 tahun sering main-main ke sini kalau libur. Kita dari awal sering ngobrol sampai akhirnya ada ide kumpul bareng," aku Andi.

Anggota TNI itu kemarin dijemput Pomal Lantamal V Surabaya sore hari dibantu Sabhara Polrestabes Semarang. Tim yang menjemput sempat terpaksa memanjat tembok tiggi karena rumah sangat tertutup. Setelah masuk ternyata diketahui ada banyak orang di sana.

Bagi orang yang ingin bergabung, lanjut Andi, diminta membawa makanan dan bahan makanan sendiri. Rencananya orang-orang di sana akan "meditasi" menjauhi dunia luar minimal setahun.


"Kita hidup tanpa elektronik, tanpa kimia. Tapi saya tidak mengajarkan apa-apa," kilahnya.

Ia juga mengaku membebaskan kelompoknya dalam beribadah, namun pada kenyataannya Andi dan warga yang ber-KTP Islam di sana tidak beribadah ke Masjid, padahal lokasi rumah persis berhadapan dengan Masjid.

"Ibadah bebas. Saya Muslim tapi akhir-akhir ini tidak ke Masjid," pungkas Andi.

Terkait kegiatan malam hari yang hanya menggunakan lampu minyak kemudian laki-laki menggunakan sarung dan wanita menggunakan kain jarik, Andi kembali berkilah dirinya tidak mematok aturan itu.

"Tidak ada tujuan apa-apa," katanya.

Keterangan masih terus dikumpulkan oleh kepolisian terkait kegiatan di rumah bekas bengkel tersebut. Rencananya warga yang berada di rumah itu akan dibubarkan dan dipulangkan.

"Jadi setelah saya tanya ternyata mereka tidak melakukan apa-apa. Meditasi, laki-laki pakai sarung perempuan pakai Jarik," kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed