DetikNews
Sabtu 13 Januari 2018, 22:50 WIB

Kronologi Siswa SMP Coba Rampas Taksi Online Menurut Korban

Ristu Hanafi - detikNews
Kronologi Siswa SMP Coba Rampas Taksi Online Menurut Korban Hartono, korban percobaan perampasan mobil taksi (Foto: Ristu Hanafi/detikcom)
Sleman - Aksi nekat dilakukan siswa SMP, R (16) yang mencoba merampas mobil taksi online di Sleman. Hartono (46), sopir yang menjadi korban, menceritakan kronologi peristiwa yang dialaminya itu.

"Tadi malam, jam 19.50 WIB saya terima order, titik jemput di depan SD Sempu, Wedomartani, dengan tujuan Taman Kaliurang," kata Hartono ketika ditemui di rumahnya di Perum Griya Selo Asri, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Sabtu (13/1/2018).

Mengendarai mobil Daihatsu Xenia nopol AB 1934 XY, dia mendatangi lokasi penjemputan dan melihat seorang remaja memakai kaos hitam kombinasi putih dan membawa tas. Remaja itu yang belakangan diketahui bernama dengan inisial R, pelajar kelas 3 SMP di Sleman.

"Dia naik, duduk di kursi tengah sebelah kiri," lanjut Hartono.

Selama perjalanan, R aktif berbincang dengannya. Topik pembicaraan seputar sekolah R yang mengaku pelajar kelas 2 SMA jurusan seni tari. R juga mengaku pernah tampil di pentas sendratari Ramayana Prambanan.

Sesampai di wilayah Pakem, R minta berhenti untuk mencari toilet. Hartono lantas mengarahkan ke sebuah mini market yang memiliki fasilitas toilet. Setelah itu, R meminta diantarkan lebih dulu ke apotek di utara Pasar Pakem.

"Dari apotek, sepertinya dia beli masker. Karena waktu turun tidak pakai masker, saat kembali naik membawa masker," ungkap Hartono.

Baca juga: Sendirian, Siswa SMP di Sleman Berusaha Rampas Taksi Online


Perjalanan kembali dilanjutkan menuju lokasi tujuan di Taman Kaliurang. Sesampai di timur TK Taman Kaliurang, sekitar pukul 20.30 WIB, tiba-tiba Hartono mendapat pukulan dari belakang.

"Dia pukul pakai tongkat, seingat saya tiga kali, leher saya sempat ditarik ke belakang, dia bilang 'saya mau mobil ini, serahkan mobil ini!' Dia sempat pakai masker, tapi saya sudah lihat persis wajahnya sebelumnya," terangnya.

"Saya berusaha melawan, saya loncat dari mobil dan berteriak 'rampok! rampok!', dia juga mencoba menyemprot pakai semprotan obat nyamuk. Warga langsung datang dan pelaku kabur," terangnya.

Tongkat dan semprotan obat nyamuk itu belakangan juga diketahui telah dipersiapkan pelaku sejak dari rumah dan dimasukkan dalam tas.

Baca juga: Siswa SMP Coba Rampas Taksi di Sleman Diduga Sudah Direncanakan


Setelah pelaku kabur, Hartono memaksakan diri mengendarai mobilnya dan melapor ke Pos Polantas terdekat. Dari situ, seorang polisi mengantarkannya ke Polsek Pakem dan kemudian ke RS Panti Nugroho Pakem.

"Dari TKP ke Pospol, saya sopiri sendiri, pusing banyak darah keluar. Sampai Pospol saya pindah kursi penumpang depan dan pak polisi yang menyopiri ke Polsek dan rumah sakit," imbuhnya.

Kini Hartono berbaring lemas di rumahnya. Dia mengalami luka di kepala atas luka sobek 6 cm mendapat 5 jahitan dan di belakang luka 2 cm dua jahitan.

"Kalau tangan lecet waktu loncat. Kepala rasanya masih mual dan pusing, bisanya buat tidur miring kanan saja, duduk pusing. Ini mau kontrol lagi ke rumah sakit," pungkasnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed