DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 19:40 WIB

Pelaku Penyerangan Mapolres Banyumas Jalani Rekonstruksi

Arbi Anugrah - detikNews
Pelaku Penyerangan Mapolres Banyumas Jalani Rekonstruksi Proses rekonstruksi penyerangan Mapolres Banyumas. Foto: Arbi Anugrah
Banyumas - Polres Banyumas melakukan rekonstruksi kasus penyerangan Mapolres Banyumas oleh Muhammad Ibnu Dar. Rekonstruksi memperlihatkan berbagai adegan mulai Ibnu Dar bergabung dengan ISIS hingga penyerangan tersebut.

Penyerangan yang terjadi pada Selasa (11/4) ini mengakibatkan dua anggota Kepolisian dari Satreskrim Polres Banyumas mengalami luka akibat bacok.

"Adengan cukup banyak detail, artinya kita ingin menggambarkan proses peristiwa itu secara gamblang dan itu membuktikan bahwa ini bukan rekayasa," kata Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah, Senin (19/6/2017).

Menurut dia, lengkapnya hasil rekonstruksi tersebut untuk meyakinkan jaksa penuntut umum yang ikut hadir menyaksikan rekonstruksi tersebut. Sehingga menunjukkan bahwa peristiwa tersebut benar dan membuat terang suatu perkara.

Bahkan tim penyidik dari Densus dan Mabes datang untuk melengkapi semua data mulai dari prosedur interview, intrograsi hingga rekonstruksi dilaksanakan.

"Masuk undang-undang teroris. Kami yakin kasus ini bisa maju ke persidangan dengan persangkaan teroris tentunya proses berikutnya akan kita ikuti. Artinya super lengkap untuk proses penyelidikan," ujarnya.

Dari hasil rekonstruksi tersebut terlihat sangat jelas jika Ibnu Dar benar-benar sudah merencanakan aksi penyerangan ke Mapolres Banyumas pada Selasa (11/4) sudah direncanakan.

Bahkan beberapa kali Ibnu Dar melakukan survei hingga akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke Mapolres Banyumas yang dianggapnya sebagai salah satu simbol Negara.

"Karena dia beberapa kali survei di Polres Banyumas, walaupun dia ragu melakukan sesuatu karena ketatnya penjagaan. Tapi ketika lengah dia langsung melakukan (penyerangan)," ujarnya.

Dia juga menjelaskan, hingga saat ini peran Ibnu Dar merupakan pelaku tunggal yang terinspirasi oleh teman-teman dekatnya. Ibnu Dar tetap mengatakan apa yang dilakukannya merupakan jihad dan menganggap bahwa negara ini dijalankan dengan cara yang salah, makanya dia ingin merubah idiologi negara ini.

"Jadi tidak bisa kita sebut dia sendirian saja, ini karena dia terpengaruh oleh kawan dekatnya. Dia simpatisan tapi sangat terpengaruh oleh kelompoknya bergaul, nah ini tidak bisa dilepaskan perannya yang lain, yang lain juga perlu di monitor," katanya.

Tahapan rekosntruksi diawali mulai dari Muhammad Ibnu Dar berkomunikasi memalui dunia maya dengan seseorang yang membai'at dirinya hingga dirinya mencoba melakukan cara membuat bom sederhana namun gagal saat uji coba.

Kemudian untuk melancarkan aksinya, dirinya coba merekrut dua temannya namun gagal karena kedua rekannya ternyata tidak merespon ajakan Ibnu Dar. Hingga akhirnya dia coba untuk memahami jihad sendiri sampai dia mempersiapkan senjata tajam untuk mulai melakukan penyerangan ke Mapolres Banyumas yang dianggapnya sebagai simbol negara.

Dengan menggunakan ikat kepala berlambang ISIS dia mulai berjalan dan memantau situasi Mapolres Banyumas serta Mako Brimob Banyumas. Hingga akhirnya dirinya masuk ke Mapolres Banyumas setelah melihat peluang untuk masuk ke Mapolres Banyumas.

Saat itu dia langsung menabrakkan sepeda motornya ke Aiptu Ata Suparta, usai keduanya terjatuh, Ibnu langsung mengambil parang dan membacok Aiptu Ata Suparta lalu mengejar Bripka Irfan hingga terjatuh dan menangkis serangan parang menggunakan kamera DLSR miliknya.

Mengetahui dirinya tengah disergap sejumlah anggota polisi, salah satu anggota lainnya Bripka Karsono kemudian ikut diserang dan dikejar hingga terjatuh dan mendapatkan sekitar enam kali sabetan parang di lengan kirinya hingga akhirnya Ibnu Dar berhasil diamankan oleh anggota lainnya.



(sip/sip)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed