DetikNews
Selasa 21 Maret 2017, 11:10 WIB

Bertaruh Nyawa di Jembatan Gantung Nambangan, Bantul

Hasan Adi - detikNews
Bertaruh Nyawa di Jembatan Gantung Nambangan, Bantul Jembatan gantung di Nambangan, Seloharjo, Pundong, Bantul. Foto: Hasan Adi
Bantul - Jembatan gantung di Nambangan, Pundong, Bantul, masih terus dipakai warga untuk melintas. Padahal kondisinya sudah rusak dan nyaris ambruk karena pondasi jembatan tergerus luapan Sungai Opak. Setiap harinya, ratusan hingga ribuan orang masih terus melewati jembatan itu.

Kondisi Jembatan Nambangan yang menghubungkan Desa Seloharjo dengan Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Bantul, kini sudah sangat memprihatinkan. Pondasinya bergeser akibat luapan Sungai Opak beberapa waktu lalu. Imbasnya, kini jembatan tersebut terancam ambruk.

Meskipun sangat membahayakan dan sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan, namun warga masih tetap nekat melintasi jembatan tersebut.

"Karena jembatan ini merupakan akses utama menuju Desa Srihardono dan Pundong. Kegiatan ekonomi warga, kantor pemerintahan dan sekolahan ada di Desa Srihardono," ujar Sudarmanto, salah seorang warga, Selasa (21/3/2017).

Warga tak memperhitungkan mengindahkan keselamatan jiwanya dengan tetap melintasi jembatan gantung Nambangan yang nyaris ambruk.Warga tak memperhitungkan mengindahkan keselamatan jiwanya dengan tetap melintasi jembatan gantung Nambangan yang nyaris ambruk. Foto: Hasan Adi


Bahkan setiap hari tidak hanya warga Seloharjo maupun Srihardono saja yang menggunakan jembatan tersebut. Warga luar daerah seperti dari Gunungkidul juga masih menggunakan jembatan itu untuk melintasi Sungai Opak.

"Karena jika harus lewat Jembatan Siluk di Imogiri maupun Jembatan Suko di Pundong, harus memutar cukup jauh sehingga warga merasa enggan. Kalau lewat jembatan gantung Nambangan, bisa lebih dekat menuju Pundong maupun pusat Kabupaten Bantul. Kami sudah sering kami larang, tapi warga tetap nekat saja," lanjut Sudarmanto.

Seorang warga lainnya, Ngamari, mengatakan setiap harinya bisa ratusan hingga ribuan warga dan pelajar yang melintas jembatan gantung tersebut menggunakan kendaraan roda dua. Tentu banyaknya warga yang melintas, menyebabkan beban jembatan bertambah sehingga resiko jembatan ambruk makin besar.

Kades Seloharjo, Badrun, mengaku sudah mengetahui kondisi jembatan gantung Nambangan yang rusak. Pihaknya juga sudah beberapakali menutup jembatan karena membahayakan.

"Tapi karena warga kukuh melintasi jembatan itu, kami tak bisa berbuat banyak. Sudah beberapa kali ditutup, tapi oleh warga tetap saja palangnya dijebol untuk bisa dilewati," ujarnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed