DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 14:32 WIB

Satu Ekor Seharga Mobil, Merpati Jadi Peliharaan Hit di Pangandaran

Andi Nurroni - detikNews
Satu Ekor Seharga Mobil, Merpati Jadi Peliharaan Hit di Pangandaran Foto: Andi Nurroni
Pangandaran - Memelihara burung merpati sedang hit di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Bayangkan saja, hadiah untuk kompetisi lokal saja mencapai puluhan juta. Belum lagi kalau burung merpati itu dijual, nilainya seharga sebuah mobil.

Setiap hari, arena latihan merpati yang jumlahnya ratusan dan tersebar kampung-kampung riuh dipadati warga.

Ketua Persatuan Merpati Tinggi Indonesia (PMTI) Kabupaten Pangandaran Nanang Sanudin mengatakan saat ini memelihara merpati bukan lagi sekedar hobi, tetapi menjadi bisnis yang menjanjikan.

Nanang menggambarkan hadiah pada kompetisi lokal di Pangandaran saja bisa mencapai Rp 20 juta hingga Rp 50 juta. Belum lagi harga merpati-merpati juara, kata dia, bisa mencapai ratusan juta rupiah. Rekor terbaru merpati asal Pangandaran dibeli bos asal Bandung seharga Rp 170 juta.



Saat ini anggota PMTI Kabupaten Pangandaran mencapai 1.700 orang. Jumlah tersebut, kata Nanang, belum termasuk penggemar-penggemar yang tidak terdaftar, seperti anak-anak dan pelajar.

"Pangandaran ini untuk peserta kompetisi lokal aja memecahkan rekor. Terakhir waktu kontes anniversary, pesertanya 988 orang, hampir seribu. Lomba nasional saja paling 600-700 orang," ujar Nanang dijumpai di arena balap merpati di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Senin (11/2/2019).

Setiap hari, kata Nanang, para penghobi merpati di Pangandaran melatih burung jagoan mereka di arena yang tersebar di kampung-kampung. Belakangan, kata dia, bahkan tak hanya laki-laki, tapi ibu-ibu juga ada yang mulai tertarik hobi ini.

Sementara itu Bendahara PMTI Kabupaten Pangandaran Jemi Firmansyah menambahkan tren hobi merpati membuat perputaran ekonomi meluas.

Di setiap arena latihan, menurut Jemi, berdiri warung-warung warga. Jika sedang penyelenggaraan turnamen, kata dia, jumlah pedagang tidak terhitung lagi.

"Selain pedagang, ada juga joki terbang. Itu orang yang suka nerbangin merpati buat latihan. Sekali latihan dia bisa dapat Rp 100 ribu. Sehari kadang ada beberapa kali sesi, ada yang pagi, siang, sore," ujar Jemi.

Bagi sebagian orang, kata Jemi, menekuni hobi merpati kini bukan lagi demi kesenangan, tapi juga menjadi profesi. Maka dari itu, kata dia, satu orang bisa memelihara 10-40 merpati.

Setelah memiliki wadah organisasi, kata Jemi, kini penghobi merpati semakin solid dan penyelenggaraan kompetisipun semakin profesional. Tak heran, kata dia, hobi ini diprediksi akan semakin digemari dalam beberapa tahun ke depan.

"Kita juga punya grup WhatsApp sama Facebook. Tempat berbagi informasi para penghobi merpati," ujar Jemi.


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed