DetikNews
Senin 14 Mei 2018, 21:47 WIB

Debat Cagub Jabar

Anton Charliyan dan Dedi Mulyadi Debat Kusir Kesejahteraan Petani

Mukhlis Dinillah - detikNews
Anton Charliyan dan Dedi Mulyadi Debat Kusir Kesejahteraan Petani Foto: Debat Pilgub Jawa Barat 2018 di UI Depok (Zunita Amalia Putri/detikcom)
Depok - Cawagub Anton Charliyan dan Cawagub Dedi Mulyadi debat kusir soal kesejahteraan petani saat Debat Cagub Jabar yang digelar di Kampus UI, Depok, Senin (14/5/2018) malam.

Dalam debat cagub Jabar publik kedua ini, Cawagub Dedi Mulyadi mendapat kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada paslon nomor urut dua. Dedi menanyakan mengenai akses buruh tani terhadap beras yang masih rendah.

"Problem itu bukan petani paling banyak tapi buruh tani akses ke beras tidak ada. Setiap hari tanam, tapi dapat uang saja bukan beras," tanya Dedi.

Menjawab pertanyaan tersebut, Anton mengakui banyak petani yang belum menjadi tuan di rumah sendiri. Sehingga, sambung dia, menyarankan untuk dibentuknya kelompok tani (poktan).

Selain pembentukan poktan, kata dia, meningkatkan kesejahteraan petani dengan menanam satu jenis tanaman saja. Namun, tanaman tersebut bisa menghasilkan kualitas yang baik.

"Kalau dimenej dengan pola tanaman tertentu, seusai kebutuhan pasar lalu dibeli koperasi ternyata bisa (sejahtera), walaupun (lahan) tidak punya sendiri," papar Anton.

Menanggapi pernyataan Anton soal satu jenis tanaman, Dedi menyebut belum tentu cocok dengan daerah tertentu. Kemudian ia menyinggung kembali soal kesejahteraan buruh tani.

"Buruh tani itu dilindungi kesehatan, kecelakaan kerja, pendidikan anak-anak, dan hari tua dan tempat tinggal Paling utama bangun di setiap desa dari itu lumbung dan gowa. Persoalan tata kelola otonomisasi beras harus dilakukan juga untuk menekan harga beras mahal," tutur Dedi.

Menanggapi kembali pernyataan Dedi, Anton menegaskan keberadaan poktan ini untuk mengurangi peran tengkulak yang membeli hasil panen petani. Keberadaan koperasi dari poktan juga bisa jadi nilai lebih hasil panen.

"Tidak dijual ke pasar. Ini dijual ke koperasi, bukan ke tengkulak. Tengkulak ini yang memodali, akhirnya terjebak di bank Emok yang membuat mereka terjebak dalam ijon. Ini sudah dilakukan di Sukabumi," kata Anton.

Mendengar pernyataan Anton, Dedi menegaskan yang menjadi persoalan saat ini bukan di petani, tetapi di wilayah penghasil padi, petani justru tidak punya sawah. Menurutnya buruh tani yang harus mendapat perhatian.

Anton lalu merespon penyataan Dedi. Anton mengaku bingung dengan pertanyaan dan peryataan Dedi yang bulak balik. "Tadi pertanyaan bapak bagaimana meningkatkan kesejahteraan petani, tapi sekarang buruh tani," tanya Anton.

"Tadi saya soal buruh petani," timpal Dedi

"Kok pertanyaanya jadi bulak balik," ujar Anton mengahiri debat disambut tawa hadirin.

[Gambas:Video 20detik]


(ern/ern)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed