DetikNews
Selasa 08 Mei 2018, 16:37 WIB

16 Pesantren di Garut Gelorakan Kampanye Cegah Pernikahan Anak

Hakim Ghani - detikNews
16 Pesantren di Garut Gelorakan Kampanye Cegah Pernikahan Anak Kampanye cegah pernikahan anak. (Foto: dok.Rahima).
Garut - Sejumlah pesantren di Garut menggelorakan kampanye pencegahan pernikahan anak. Hal itu dilakukan menyusul maraknya nikah di bawah umur yang terjadi di Indonesia.


Acara tersebut bakal berlangsung Kamis 10 Mei 2018 siang di GOR Balewangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Acara tersebut digagas oleh Rahima, organisasi yang bergerak dalam bidang penguatan hak-hak perempuan dalam perspektif Islam.

"Rahima bersama 16 pesantren di Garut akan mengadakan kampanye publik 'Suara Santri Cegah Nikah Anak'," ujar Anis Fuadah, Penanggung Jawab Program Pencegahan Anak Rahima saat dihubungi detikcom, Selasa (8/5/2018).

Ada ratusan santri dari 16 pesantren yang rencananya ikut kegiatan ini. Kampanye tersebut digelar sebagai respons terhadap pernikahan dini yang terjadi di Indonesia serta sebagai upaya pencegahan pernikahan dini di kalangan santri.

"Ini sebetulnya puncak dari program kita. Rahima sejak Desember (2017) hingga April itu melakukan penguatan ke pesantren yang ada di Garut. Bentuk penguatannya itu lokakarya, pelatihan kepada tokoh-tokoh agama, pimpinan pesantren dan guru. Itu dikasih penguatan soal isu gender dan isu perkawinan anak," tutur Anis.


Anis berharap dengan kegiatan kampanye ini pernikahan usia anak dapat dicegah. Perlu peran semua pihak, khususnya kalangan santri, untuk bersama-sama menangkal perkawinan kalangan anak-anak.

"Harapannya teman-teman santri, terutama pihak pesantren, bisa mencegah pernikahan anak. Karena salah satu faktor terjadinya pernikahan anak itu legitimasi agamanya masih kuat," ucap Anis.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed