DetikNews
Kamis 30 November 2017, 22:16 WIB

Polisi Ciduk Penyebar Hoax Pemicu Perusakan Pangkalan Ojek

Wisma Putra - detikNews
Polisi Ciduk Penyebar Hoax Pemicu Perusakan Pangkalan Ojek Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata saat ekspos penangkapan penyebar info hoax. (Foto: istimewa)
Bandung - Polisi meringkus penyebar informasi hoax yang memicu aksi perusakan sejumlah pangkalan ojek di Jatinangor Sumedang. Pascakejadian perusakan itu sopir ojek pangkalan (opang) dan pengemudi ojek online (ojol) saling menahan diri serta bersepakat damai.

Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata mengatakan empat orang penyebar kabar hoax itu masing-masing inisial JJ, RS, H, dan A. Selain itu, personel Satreskrim Polres Sumedang menangkap WPA selaku tersangka kekerasan terhadap pengemudi opang.

"JJ salah satu pelaku yang pertama kali melakukan dugaan tindak pidana ujaran kebencian dengan cara mengirimkan pesan singkat ke grup WhatsApp ojol POC (Posko Online Cileunyi) dan grup FB (Facebook)," kata Hari via pesan singkat, Kamis (30/11/2017).

Baca juga: Perusakan Pangkalan Ojek di Jatinangor Dipicu Info Hoax

Aksi penyerangan pangkalan ojek yang memakan korban luka dan perusakan motor milik pengemudi opang ini terjadi di Kecamatan Jatinagor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (27/11), sekitar pukul 23.30 WIB. Hari menjelaskan insiden itu gara-gara menyebarnya info driver ojol dianiaya sopir opang. Kabar tersebut ternyata bohong.

JJ menyebarkan pesan singkat menggunakan bahasa Sunda yang isinya: "saya bade pulang ka smd kang.. saya hilap aplikasi na t d nonaktifkan.. jalan pas unpad saya ereun heula ngawaler hela whatsapp d istri ai pek th datang opang 1mtr konci mtr d cabut d piwarang ngadorong d piwarang ka pangkalan ojeg cisike pas ddtu saya d gulung nya seer nu ngagebugan.. motr nya kitu tea jokna ancur lampu belakang d pepeskn."

Artinya: Saya mau pulang ke Sumedang kang. Saya lupa aplikasinya tidak di non-aktifkan. Pas di Jalan Unpad saya berhenti dulu membalas whatsapp istri, datang opang satu motor, kunci motor dicabut disuruh mendorong, disuruh ke pangkalan Ojeg Cisike, setelah sampai saya dipukuli banyak orang. Motor joknya hancur, lampu belakang dipecahkan.

"Selanjutnya pesan tersebut di-capture oleh beberapa orang dari grup ojek online dan disebarkan kembali ke grup ojek online melalui media sosial WhatsApp dan FB oleh RS, H dan A. Sehingga akhirnya para ojek online pun dikumpulkan," kata Hari.
Kapolres Sumedang AKBP Hari Brata memperlihatkan barang bukti. (Foto: istimewa)
Menurut Hari, pengemudi ojol yang ikut aksi penyerangan dan perusakan pangkalan opang di Jatinangor itu berasal dari wilayah Bandung Raya. "(setelah berkumpul) JJ terlebih dahulu dimintai keterangannya di (wilayah) Cibiru. Hingga akhirnya terjadi penyerangan terhadap tukang ojek pangkalan yang berada di Jatinangor," katanya.

Baca juga: Perselisihan Ojek Online dan Opang di Jatinangor Berakhir Damai

Hari menambahkan akibat penyerangan itu sejumlah pangkalan opang rusak, sembilan orang terluka, dua di antaranya mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi menyita barang bukti berupa lima unit telepon genggam milik para tersangka. Akibat perbuatan itu empat tersangka penyebar informasi hoax diancam enam tahun kurungan penjara lantar melanggar Pasal 45 a jo Pasal 28 ayat 2 UU ITE. Satu tersangka lainnya diganjar Pasal 170 Ayat 1 KUHP yang ancaman hukumannya lima tahun penjara.

"Kami imbau agar masyarakat berhati-hati dalam mengunggah status di media sosial (medsos). Hendaknya masyarakat dapat menggunakan medsos untuk hal positif. Serta menghargai perasaan orang lain dan tahu dimana yang baik atau buruk untuk dipublikasikan," kata Hari.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed