DetikNews
Rabu 13 September 2017, 14:06 WIB

Poros Koalisi Baru 'Bingung' Tentukan Calon untuk Pilgub Jabar 2018

Mukhlis Dinillah - detikNews
Poros Koalisi Baru Bingung Tentukan Calon untuk Pilgub Jabar 2018 Poros baru Pilgub Jabar, PAN, PPP, Demokrat (Foto: Mukhlis Dinillah)
Bandung - Koalisi poros baru Demokrat, PPP dan PAN belum menentukan sikap terkait siapa yang akan diusung untuk Pilgub Jabar 2018. Banyaknya figur yang disiapkan masing-masing parpol membuat proses penentuan calon cukup sulit.

Terbaru, Gerindra membuka peluang merapat ke poros koalisi baru tersebut. Kehadiran Gerindra tentunya membuat opsi figur semakin beragam. Sehingga, koalisi poros baru perlu membuat konsep untuk menjaring calon sesuai dengan keinginan bersama.

"Secara teorinya sih begitu (sulit menentukan calon). Tentunya semakin banyak parpol semakin banyak pilihan," kata Ketua DPD Demokrat Jabar Iwan Sulandjana saat dihubungi via telepon genggam, Rabu (13/9/2017).

Ia menuturkan, kehadiran Gerindra nantinya di dalam poros koalisi baru akan menjadi pertimbangan khususnya menentukan calon. Pasalnya, sambung dia, setiap parpol pasti punya keinginan kadernya dipilih untuk mewakili koalisi.

"Memang nanti di antara kita harus ada yang mengalah, karena targetnya menang bersama. Kita kemarin di poros sepakat (menang bersama), visi misi yang dibuat partai koalisi," ungkap dia.

Menurutnya dalam pengusungan calon nanti tentunya akan ada kesepakatan-kesepakatan tertentu antar parpol. Di antaranya mendapatkan wewenang untuk mengawal pemerintahan apabila calon yang diusungnya menang.

"Ya ada lobi-lobi kesepakatannya apa tergantung nanti permintaannya seperti apa. Bisa saja nanti mengawasi bidang bidang apa, diberikan wewenang untuk mengawasi doang untuk ke depannya. Intinya bagaimana berkembang bersama," jelas mantan Pangdam III/Siliwangi ini.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Jabar Hasbullah menilai penentuan calon tidak sulit dilakukan asalkan koalisi memiliki konsep atau parameter untuk calon yang bakal didukung nanti. Tentunya konsep dan parameter itu merupakan kesepakatan bersama.

"Saya rasa tidak sulit kalau sudah ada parameter atau tolak ukur yang rasional dalam menentukan calon," jelas dia saat dihubungi terpisah.

Menurutnya penentuan calon akan sulit terealisasi apabila mengikuti keinginan masing-masing parpol. Pasalnya, sambung dia, tidak mungkin setiap parpol tidak punya hasrat untuk memunculkan kadernya dalam pesta demokrasi.

"Kalau mengikuti ego masing-masing parpol ya sulit. Maka dari itu kita harus duduk bersama merumuskan konsep untuk kemaslahatan Jabar mendatang. Jadi visi dan misinya jelas. Ketika memilih calon juga yang diyakini pantas menjalankan konsep itu," kata Hasbullah.
(avi/avi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed