DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 14:59 WIB

Derita Bocah Helmi yang Alami Luka Bakar saat Ikuti Kegiatan Pramuka

Mukhlis Dinillah - detikNews
Derita Bocah Helmi yang Alami Luka Bakar saat Ikuti Kegiatan Pramuka Foto: Mukhlis Dinillah
Bandung - Malang nasib Helmi Zain Ramdhani. Bocah berusia 11 tahun itu menderita luka bakar di bagian mata kaki hingga pangkal paha mencapai 36 persen. Ia terkena semburan api unggun saat berkemah di sekolahnya.

Insiden itu terjadi pada 4 Februari lalu atau sekitar 5 bulan lalu. Sekolahnya menggelar perkemahan sabtu minggu (persami) di lingkungan Yayasan Al-Aitaam, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Persami merupakan salahsatu kegiatan Pramuka.

Ibu Helmi, Mea Nursanti (40) menuturkan peristiwa itu bermula saat buah hatinya tengah mengikuti api unggun dalam kegiatan Persami. "Kebetulan saya sama suami ada di lokasi, cuma enggak merhatiin anak saya. Kebetulan anak saya ada di dekat api unggun," kata Mea di rumahnya Komplek Pandanwangi A-10 RT003/RW009, Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buah Batu, Kota Bandung, Senin (17/7/2017).

Saat kejadian, kata dia, salah seorang guru berniat menyiramkan api unggun menggunakan bensin dari botol. Namun, seketika api menyambar botol berisi bensin tersebut dan membakar lengan sang guru.

Lebih lanjut dia menjelaskan secara spontan guru itu melemparkan botol ke arah muridnya yang sedang mengelilingi api unggun. Api yang membakar botol pun turut menyambar Helmi di bagian kakinya.

"Jadi ceritanya karena tangannya terbakar kena sambaran bensin, dia refleks lempar botol dan kena anak saya," tutur dia.

Ibu tiga anak itu lalu bersama para guru membawa anaknya itu ke klinik terdekat dari sekolah. Namun, lantaran luka bakarnya cukup parah, akhirnya Helmi dirujuk ker Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS).

"Anak saya dirawat selama 4 bulan di RSHS. Sudah operasi 9 kali selama di RSHS, tapi belum sembuh-sembuh sampai sekarang," kata dia.

"Anak saya juga sempat 4 hari dirawat di RS Borromeus, tapi karena terkendala biaya, akhirnya selama 1,5 bulan ini dirawat di rumah saja," menambahkan

Akibat luka bakar itu, Helmi tidak bisa berangkat sekolah. Sehingga, sambung dia, Helmi mengikuti program home schooling yang diberikan oleh pihak sekolah agar tetap bisa mengikuti proses pembelajaran.

"Selama dirawat di rumah sakit dan di rumah sekarang, ada gurunya yang datang ngasih pelajaran. Tapi anaknya saya juga kurang konsen soalnya sambil nahan sakit," ujar Mea.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed