DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 21:06 WIB

Ini Harapan Ortu Korban Kasus Pembunuhan Sejoli oleh Geng Motor di Cirebon

Tri Ispranoto - detikNews
Ini Harapan Ortu Korban Kasus Pembunuhan Sejoli oleh Geng Motor di Cirebon Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Wasnadi (47), orang tua wanita korban dugaan perkosaan dan pembunuhan oleh tujuh orang pemuda di Cirebon berharap majelis hakim mengabulkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan vonis hukuman mati.

Hal itu disampaikan Wasnadi saat berbincang dengan detikcom di sela-sela sidang dengan agenda pembacaan pembelaan tujuh terdakwa di PN Kota Cirebon, Jumat (19/5/2017). "Saya harap Pak Hakim bisa memvonis mati. Karena kelauan mereka (terdakwa) sudah kaya binatang,"tegas Wasnadi yang mengaku masih terbayang wajah anaknya itu.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu menilai tindakan ketujuh terdakwa sangatlah tidak manusiawi. "Laki-laki saja kalau sudah dipegang sama 11 orang susah lepas, apalagi ini perempuan dan sampai diperkosa," ucapnya.

Wasnadi mengatakan seharusnya tahun ini anak bungsunya, V, yang tewas bersama pacarnya, RR, dalam malam nahas itu akan melangsungkan pernikahan. Bahkan orang tua RR sudah sangat dekat dengan anaknya dan ingin segera mereka menikah tahun ini.

"Dari awal kasus ini sampai sekarang sidang tidak ada keluarga pelaku yang datang minimal untuk minta maaf. Jadi saya berharap Pak Hakim hukum mati mereka secepatnya," tuturnya.

Baca juga: Tuntutan Hukuman Mati Geng Motor Cirebon, Kuasa Hukum: Kasus Ini Direkayasa

Sebelumnya RR dan V diduga menjadi korban pembunuhan oleh sekelompok orang yang disebut geng motor pada Sabtu 27 Agustus (sebelumnya ditulis September) 2016 silam. Setelah melakukan penganiayaan dan perkosaan terhadap korban di suatu tempat, jasad sejoli itu kemudian dibuang dan ditemukan warga di Flyover Kepongpongan, Cirebon dalam kondisi tersungkur di aspal. Namun kronologis ini dibantah kuasa hukum terdakwa. Mereka menilai kasus ini rekayasa.

Baca juga: Ini Alasan Kuasa Hukum Duga Pembunuhan Sepasang Kekasih di Cirebon Rekayasa

Dari hasil penyelidikan polisi menangkap delapan orang pelaku sementara tiga orang lainnya hingga kini berstatus DPO. Dari delapan orang yang ditangkap satu orang yang masih di bawah umur telah divonis delapan tahun penjra, sementara tujuh sisanya baru saja menjalani sidang tuntutan dengan hukuman mati oleh JPU.

Dalam sidang pembelaan terdakwa, kuasa hukum menolak mentah-mentah semua dakwaan dan tuntutan JPU. Menurut mereka kliennya hanya menjadi 'korban' dari kasus kecelakaan lalu lintas yang tiba-tiba berubah menjdai kasus perkosaan dan pembunuhan.

Sidang ketujuh terdakwa akan kembali pada Jumat 26 Mei mendatang dengan agenda vonis yang akan dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim, Suharno, yang didampingi dua hakim anggota yakni Lis Susilowati dan Ria Helpina.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed