Dua jenazah korban akibat banjir bandang di Grand Canyon, Amerika Serikat (AS), pada akhir pekan lalu telah ditemukan. National Park Service (NPS) mengatakan badai diperkirakan akan melanda Grand Canyon mengancam upaya pencarian lebih dari belasan orang yang hilang.
Dilansir AFP, Selasa (1/9/2026), banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch di taman nasional ikonik AS tersebut pada Sabtu (29/8) sore, memaksa puluhan orang mengungsi dan merusak satu-satunya pipa air yang melayani wilayah itu.
Jenazah seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu (30/8) malam, kata pihak pengelola taman nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NPS menyatakan bahwa jenazah kedua telah ditemukan, sembari memperingatkan bahwa "perkiraan cuaca dapat memengaruhi waktu dan kecepatan" operasi pencarian selanjutnya.
National Weather Service (Layanan Cuaca Nasional) menyatakan bahwa hujan dan badai petir diperkirakan akan kembali terjadi pada Senin (31/8) sore waktu setempat.
"Banjir bandang berpotensi terjadi di anak-anak sungai, dasar sungai yang biasanya kering, kolam alami, dan area yang baru saja mengalami kebakaran hutan. Arus deras yang mematikan dapat terjadi di ngarai samping dan ngarai celah yang sempit. Jalur penyeberangan di permukaan air rendah mungkin akan terendam banjir," demikian bunyi buletin tersebut.
Rekaman video yang diambil oleh para pendaki selama akhir pekan memperlihatkan derasnya aliran air berlumpur yang menerjang jalur pendakian dan mengalir di bawah jembatan penyeberangan, serta batang kayu dan puing-puing lainnya yang hanyut terbawa arus sungai yang meluap, disertai suara gemuruh yang keras.
Pihak pengelola taman nasional menyatakan sedang bekerja sama dengan otoritas Arizona untuk mengevakuasi warga dan mendata orang-orang yang hilang.
Hingga Minggu (30/8) pagi, 62 orang telah dievakuasi, sementara evakuasi bagi warga lainnya dijadwalkan menyusul, kata mereka. Diperkirakan ada sekitar 15 orang yang hilang.










































