Serangan Bom Sehari Usai Pelantikan Presiden Kolombia Tewaskan Satu Polisi

Serangan Bom Sehari Usai Pelantikan Presiden Kolombia Tewaskan Satu Polisi

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 09 Agu 2026 13:23 WIB
A soldier stands guard after a toll plaza was attacked in Santander de Quilichao, Cauca department, Colombia, on August 8, 2026. (Photo by Joaquin SARMIENTO / AFP)
Seorang tentara berjaga usai gerbang tol diserang di Santander de Quilichao, departemen Cauca, Kolombia, pada 8 Agustus 2026. (Foto: Joaquin SARMIENTO / AFP)
Jakarta -

Kolombia diguncang serangan bom mobil di wilayah berbeda usai Presiden baru Abelardo de la Espriella dilantik. Setidaknya satu orang polisi tewas dalam insiden itu.

Dilansir AFP, Minggu (9/8/2026), dilaporkan satu orang petugas polisi tewas dan beberapa orang lainnya terluka akibat serangan itu.

Angkatan Darat Kolombia menyatakan kelompok pembangkang gerilyawan FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan gerbang tol di dekat Cali pada Sabtu dini hari. Serangan itu mengakibatkan dua petugas keamanan mengalami luka ringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, kelompok pemberontak di bawah komando Ivan Morodisco, komandan gerilyawan yang paling dicari di Kolombia, beroperasi di sekitar lokasi gerbang tol, yang sedang dalam tahap pembangunan di jalan raya Pan-Amerika di wilayah administratif Santander de Quilichao.

ADVERTISEMENT

Morodisco memimpin kelompok pembangkang yang memisahkan diri dari kesepakatan damai bersejarah tahun 2016 antara FARC dan pemerintah Kolombia.

Sementara itu sekitar jarak 1.000 kilometer, di departemen Cesar (wilayah utara) terjadi insiden pengeboman lainnya pada Sabtu dini hari ketika sebuah pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak menghantam kantor polisi. Serangan itu mengakibatkan seorang petugas tewas, menurut keterangan pejabat setempat.

Pihak berwenang belum mengidentifikasi para pelaku, namun De la Espriella menegaskan bahwa siapa pun yang bertanggung jawab "tidak akan lolos dari hukuman."

Seorang petugas pemadam kebakaran yang tinggal di lingkungan dekat gerbang tol, Roberto Sandoval, mengatakan kepada AFP bahwa ketegangan meningkat pasca-pengeboman tersebut.

"Kami semua merasa gelisah, sangat tegang, dan cemas."

Diketahui, Espriella resmi dilantik sebagai Presiden Kolombia pada hari Jumat di kota Cali, wilayah barat daya negara itu. Espriella yang merupakan pemimpin sayap kanan garis keras dikenal atas janji kampanyenya untuk memerangi "narkoterorisme tanpa gencatan senjata" dan menghentikan perundingan damai dengan kelompok-kelompok bersenjata.

Lihat juga Video: Sekutu Trump, Abelardo De La Espriella Dilantik Jadi Presiden Kolombia

(yld/idn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini