Asosiasi Sepak Bola Korsel Digeledah Polisi Terkait Pelatih Piala Dunia

Asosiasi Sepak Bola Korsel Digeledah Polisi Terkait Pelatih Piala Dunia

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 06 Agu 2026 11:40 WIB
Kantor Asosiasi Sepak Bola Nasional Korsel (KFA) di Seoul (dok. AFP/GREG BAKER)
Kantor Asosiasi Sepak Bola Nasional Korsel (KFA) di Seoul (dok. AFP/GREG BAKER)
Seoul -

Kantor asosiasi sepak bola nasional Korea Selatan (Korsel) digeledah oleh kepolisian pada Kamis (6/8) waktu setempat. Penggeledahan itu berkaitan dengan penyelidikan terhadap penunjukan pelatih yang memimpin timnas Korsel selama Piala Dunia 2026 yang hasilnya mengecewakan.

Juru bicara Kepolisian Korsel, seperti dilansir AFP, Kamis (6/8/2026), mengatakan bahwa kepolisian melakukan "operasi penggeledahan dan penyitaan" di kantor Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA) untuk menyelidiki dugaan "tindakan menghalangi" dalam proses rekrutmen mantan pelatih timnas Hong Myung Bo.

Hong mengundurkan diri pada Juni lalu, setelah timnas Korsel gagal melaju ke babak 32 besar usai kalah mengejutkan dengan skor 0-1 dari Afrika Selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KFA sebelumnya telah menghadapi berbagai pertanyaan terkait penunjukan Hong pada tahun 2024, namun sorotan publik semakin tajam setelah timnas Korsel tersingkir di babak penyisihan grup.

Dikatakan juru bicara Kepolisian Korsel kepada AFP bahwa para penyelidik kejahatan keuangan sedang "memeriksa apakah terdapat dugaan pelanggaran berupa menghalangi kegiatan operasional dalam proses penunjukan Hong Myung Bo".

Laporan media-media lokal Korsel menyebutkan bahwa otoritas penegak hukum sedang menyelidiki apakah para pejabat senior KFA melakukan intervensi yang tidak semestinya dalam penunjukan Hong, yang diduga melanggar aturan internal.

Media-media Korsel sempat menjuluki skuad Piala Dunia 2026 sebagai "generasi emas" dan terdapat harapan besar terhadap timnas yang diperkuat mantan pemain bintang Tottenham Hotspur Son Geung Min, bek Bayern Munich Kim Min Jae, dan mantan gelandang Paris Saint-Germain Lee Kang In tersebut.

Pada akhir Juli, Hong dipanggil untuk menghadap komite parlemen Korsel yang menyelidiki masalah ini. Dalam forum tersebut, Hong menyatakan bertanggung jawab penuh atas performa buruk timnas Korsel.

Presiden Korsel Lee Jae Myung mengaitkan kegagalan tersebut dengan "orang-orang tidak kompeten" yang dipromosikan ke posisi pimpinan. Lee juga menyinggung soal adanya unsur "loyalitas dan faksionalisme" yang mencoreng proses perekrutan di tingkat tertinggi cabang olahraga tersebut.

KFA menolak untuk mengomentari penggeledahan tersebut.

Tonton juga video "Eks Pelatih Timnas Korsel Kabur ke Amerika, Usai Gagal di Pildun 2026"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait