Kopilot Malaysia Lolos Pemeriksaan di Kuala Lumpur Sebelum Ditangkap di RI

Kopilot Malaysia Lolos Pemeriksaan di Kuala Lumpur Sebelum Ditangkap di RI

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 04 Agu 2026 11:45 WIB
Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta (dok. Instagram Bea Cukai)
Foto: Rekaman CCTV menunjukkan gerak-gerik kopilot Malaysia Airlines sebelum ditangkap di Soetta (dok. Instagram Bea Cukai)
Jakarta -

Otoritas Malaysia mengungkapkan kopilot Malaysia Airlines yang ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, karena diduga menyelundupkan narkoba, telah melalui seluruh proses pemeriksaan keamanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), sebelum terbang ke Indonesia.

Direktur Jenderal Badan Pengawasan dan Perlindungan Perbatasan Malaysia (AKPS), Datuk Seri Mohd Shuhaily Mohd Zain mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan pilot Mohd Saufi bin Othman (39) telah menjalani prosedur pemeriksaan sesuai ketentuan sebelum menaiki pesawat pada 28 Juli lalu.

Namun, dia menambahkan bahwa AKPS tidak terlibat dalam proses pemeriksaan bagasi. Tanggung jawab soal itu di KLIA berada di bawah Keamanan Penerbangan (atau AVSEC, yang berada di bawah Malaysia Airports).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dapat memastikan bahwa petugas dari berbagai instansi di bawah AKPS, termasuk Departemen Bea Cukai, tidak terlibat dalam proses pemeriksaan bagasi menggunakan pemindai sinar-X di KLIA," katanya, dilansir media Malaysia, The Star, Selasa (4/8/2026).

"Karena itu, bagasinya lolos pemeriksaan. Kami sedang menunggu tanggapan dari polisi agar kami dapat mempelajari bagaimana ia lolos pemeriksaan tanpa terdeteksi," katanya dalam konferensi pers pada hari Senin (3/8).

Komandan Mohd Shuhaily mengatakan sistem pemeriksaan menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan penilaian manusia.

"Pemindai akan secara otomatis menetapkan tingkat risiko sebelum petugas keamanan menentukan apakah pemeriksaan tambahan diperlukan," ujarnya.

"Sistem ini menggunakan AI sampai batas tertentu tetapi tidak seperti yang dilihat orang di televisi," tuturnya.

"Sistem ini masih membutuhkan penilaian operator. AI membantu prosesnya tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan petugas skrining," katanya.

Komandan Mohd Shuhaily mengatakan karena bagasi tersebut tidak memicu klasifikasi risiko yang lebih tinggi, petugas bertindak sesuai dengan prosedur operasi standar yang ada tanpa melakukan skrining sekunder.

Ia mengatakan narkoba mungkin disembunyikan sedemikian rupa sehingga pemindai tidak akan mendeteksinya.

"Tetapi polisi adalah lembaga yang akan menentukan bagaimana hal itu terjadi," katanya.

Komandan Mohd Shuhaily membela kompetensi personel skrining bandara, menekankan bahwa AKPS telah berhasil mencegat banyak kasus yang melibatkan narkoba dan barang-barang terlarang lainnya.

"Untuk saat ini, kami dapat meyakinkan publik bahwa sistem yang ada telah sepenuhnya dimanfaatkan dalam kasus in," tegasnya.

"Kami akan melihat apakah sistem atau peralatan tersebut dapat ditingkatkan lebih lanjut setelah investigasi selesai," tambahnya.

Mengenai kemungkinan adanya pekerjaan orang dalam, Komandan Mohd Shuhaily mengatakan bahwa ia tidak akan berkompromi pada masalah integritas apa pun jika investigasi mengkonfirmasinya.

Dia mengatakan bahwa pertemuan bersama antara pemangku kepentingan bandara dan pihak berwenang diadakan kemarin untuk membahas peningkatan protokol.

"Pertemuan tersebut dipimpin dan dikoordinasikan oleh sekretaris jenderal Kementerian Perhubungan untuk meneliti bagaimana prosedur yang ada dapat ditingkatkan lebih lanjut," ujarnya.

Komandan Mohd Shuhaily mengatakan masalah ini ditanggapi dengan serius, dan prosedur akan diperbaiki dalam waktu dekat.

Kopilot Mohd Saufi bin Othman ditangkap di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta pekan lalu setelah mengoperasikan penerbangan Malaysia Airlines MH727 dari Kuala Lumpur ke Jakarta. Dia diduga menyelundupkan sekitar 25 kg ekstasi dalam sebuah koper. Dia juga dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Tonton juga video "Malaysia Selidiki Lolosnya Kopilot Kurir 26 Kg Ekstasi ke Indonesia"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait