Israel Ngotot Pasukannya Tetap Berada di Lebanon-Suriah-Gaza

Israel Ngotot Pasukannya Tetap Berada di Lebanon-Suriah-Gaza

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 16 Jul 2026 15:17 WIB
Ilustrasi pasukan Israel (Foto: Reuters)
Ilustrasi pasukan Israel (Foto: Reuters)
Jakarta -

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menegaskan bahwa Israel bertekad untuk mempertahankan pasukannya di "zona keamanan" yang telah dibentuk di Lebanon, Suriah dan Jalur Gaza. Hal ini disampaikannya dalam pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth.

Dalam sebuah pernyataan, kantor Katz mengatakan bahwa dalam pembicaraan tersebut, Katz "menekankan tekad Israel untuk tetap berada di zona keamanan di Suriah, Gaza, dan Lebanon untuk melindungi perbatasan Israel dan masyarakat di dekat perbatasan dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan jihadis".

"Kami tidak pernah meminta Amerika Serikat untuk bertindak atas nama kami di sepanjang perbatasan kami," kata Katz, dilansir kantor berita AFP, Kamis (16/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menarik pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon, menurut media berita AS, Axios.

Mengutip seorang pejabat AS, Axios melaporkan bahwa Trump mengatakan kepada Netanyahu bahwa penempatan pasukan Israel memicu ketegangan di Suriah.

"Mereka tidak menginginkan Anda di sana. Anda harus memindahkan pasukan," kata Trump kepadanya, seperti dilaporkan Axios.

Setelah penggulingan Presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024, Israel mengirim pasukan ke zona penyangga yang dipatroli PBB, yang memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan.

Israel juga telah melakukan serangan berulang kali ke wilayah Suriah sejak saat itu. Israel pun telah menyatakan ingin adanya zona demiliterisasi di selatan negara itu.

Di Lebanon, pasukan Israel tetap ditempatkan di zona, yang oleh militer Israel digambarkan sebagai zona keamanan yang membentang sekitar 10 kilometer (enam mil) ke wilayah Lebanon.

Lebanon dan Israel, yang tidak memiliki hubungan formal, sedang terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri konflik setelah kelompok militan Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah dengan menyerang Israel pada bulan Maret lalu.

Kedua negara tersebut telah menyelesaikan putaran kelima pembicaraan mereka di Roma, Italia pada hari Rabu (15/7).

Negosiasi yang dimediasi AS ini, bertujuan agar pasukan Israel secara bertahap mundur dari Lebanon, dimulai dengan dua "zona percontohan" yang terletak di luar "zona keamanan" yang telah didirikan Israel di Lebanon selatan.

Simak Video 'Netanyahu Tebar Ancaman ke Iran, Serangan Israel Akan Jauh Lebih Dahsyat':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Berita Terkait