Argentina Pamer Spanduk 'Falkland' Usai Hajar Inggris Kini Terancam Sanksi FIFA

Argentina Pamer Spanduk 'Falkland' Usai Hajar Inggris Kini Terancam Sanksi FIFA

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 16 Jul 2026 08:41 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Semi Final - England v Argentina - Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, U.S. - July 15, 2026 Argentinas Lisandro Martinez and Giovani Lo Celso celebrate with a Falkland Islands related banner after the match as
Timnas Argentina merayakan kemenangan dengan spanduk bertema Kepulauan Falkland setelah pertandingan, saat Argentina lolos ke final Piala Dunia. (Foto: REUTERS/Amanda Perobelli)
Jakarta -

Argentina menghadapi kemungkinan sanksi disiplin dari FIFA usai para pemainnya merayakan kemenangan semifinal Piala Dunia melawan Inggris dengan membentangkan spanduk. Spanduk yang dibentangkan tersebut mendukung klaim negara Argentina atas Kepulauan Falkland.

Dilansir BBC, Kamis (16/7/2026), juara dunia bertahan itu melakukan comeback dramatis di menit-menit akhir di Atlanta. Argentina menang usai mencetak dua gol mengalahkan tim asuhan Thomas Tuchel 2-1 dan memastikan tempat di final melawan Spanyol pada hari Minggu.

Usai peluit akhir, para pemain Argentina merayakan sambil memegang spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas", yang berarti "Kepulauan Falkland adalah Argentina".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diketahui, Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut Inggris di Samudra Atlantik barat daya, tetap menjadi subjek sengketa kedaulatan antara Inggris dan Argentina.

Kedua negara berperang memperebutkan gugusan pulau tersebut, yang terletak 300 mil dari pantai timur Argentina, dari April hingga Juni 1982.

Konflik selama 74 hari itu menyebabkan kematian 655 tentara Argentina dan 255 tentara Inggris. Tiga orang dari kepulauan itu juga meninggal.

Sebelumnya pada tahun 2014, FIFA mendenda Asosiasi Sepak Bola Argentina sebesar Β£20.000 setelah para pemainnya membentangkan spanduk dengan pesan yang sama sebelum pertandingan persahabatan melawan Slovenia.

Badan pengatur sepak bola dunia mengatakan bahwa tindakan tersebut telah melanggar aturan tentang aksi politik dan perilaku buruk tim.

Tonton juga video "Scaloni: Ini Semua Tentang Kekompakan, Persaudaraan"

(yld/whn)


Berita Terkait