Kuwait Kutuk Serangan Baru Iran ke Wilayahnya: Pelanggaran Kedaulatan

Kuwait Kutuk Serangan Baru Iran ke Wilayahnya: Pelanggaran Kedaulatan

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 28 Jun 2026 14:44 WIB
A Kuwaiti police Eurocopter EC225 Super Puma helicopter flies with a giant Kuwaiti national flag below, followed by two Eurocopter EC155 police helicopters during an airshow commemorating Kuwaits 64th Independence Day in Kuwait City on February 25,
Ilustrasi Bendera Kuwait (Foto: AFP/YASSER AL-ZAYYAT)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam serangan baru Iran di wilayahnya. Kuwait menilai serangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya.

"Menyampaikan kecaman dan penolakan keras terhadap... terulangnya agresi keji Iran terhadap Negara Kuwait, yang terbaru terjadi pada subuh hari ini, sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatannya," kata Kementerian Luar Negeri Kuwait dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Minggu (28/6/2026).

Kementerian tersebut juga memperingatkan bahwa serangan semacam itu merusak upaya de-eskalasi regional dan global yang sedang berlangsung dan "merupakan tantangan langsung terhadap kemauan internasional yang mendukung jalan ini".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian tersebut juga mengatakan bahwa negara Kuwait "berhak sepenuhnya untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatannya, menjaga keamanan dan stabilitasnya, serta melindungi rakyatnya dan penduduk di wilayahnya".

ADVERTISEMENT

Fasilitas Militer AS di Kuwait Diserang

Sebelumnya, Garda Revolusi Iran melakukan serangan terhadap fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain. Serangan itu sebagai balasan atas serangan AS di wilayah Iran seraya memperingatkan agresi lebih lanjut akan dibalas dengan 'tanggapan yang menghancurkan'.

Dilansir AFP, Minggu (28/6/2026), Iran dan Amerika Serikat sama-sama menuduh pihak lainnya melanggar gencatan senjata yang rapuh. Tuduhan ini memperketat negosiasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

"Garda Revolusi menghancurkan delapan fasilitas militer AS yang penting di pangkalan Ali al-Salem di Kuwait dan di pangkalan angkatan laut Armada Kelima di Pelabuhan Salman di Bahrain," kata IRGC dalam sebuah pernyataan.

"Setiap agresi musuh, apa pun dalihnya, bahkan terhadap target yang tidak signifikan... akan dibalas dengan menghancurkan," imbuh pernyataan Garda Revolusi.

Lihat juga Video Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain, Ancam 'Neraka' untuk Amerika

(yld/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini