AS Beri Dukungan Presiden Bolivia yang Didesak Mundur Rakyatnya

AS Beri Dukungan Presiden Bolivia yang Didesak Mundur Rakyatnya

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Jun 2026 15:28 WIB
Presiden Bolivia Rodrigo Paz (dok. AFP)
Presiden Bolivia Rodrigo Paz (dok. AFP)
Washington DC -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan dukungan untuk Presiden Bolivia Rodrigo Paz yang didesak mundur oleh rakyatnya dalam aksi-aksi demo beberapa minggu terakhir di negara tersebut.

Washington, seperti dilansir AFP, Jumat (5/6/2026), juga menawarkan bantuan darurat kepada otoritas Bolivia, sembari memperingatkan agar tidak ada upaya untuk menggulingkan pemerintah.

Pernyataan dukungan ini disampaikan AS ketika Paz sedang menghadapi gelombang unjuk rasa yang melumpuhkan berbagai wilayah Bolivia, dan seruan agar dirinya mengundurkan diri.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio, dalam percakapan telepon pada Kamis (5/6) malam, meyakinkan Paz bahwa Washington "meningkatkan bantuan darurat dan dukungan operasi logistik" untuk membantu warga Bolivia yang menghadapi "kekurangan makanan dan obat-obatan yang akut" karena maraknya aksi blokade jalan.

Sementara itu, Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth mengecam apa yang disebutnya sebagai "upaya untuk menggulingkan pemerintah yang sah" yang dipimpin Paz yang berhaluan tengah kanan.

"Amerika Serikat sedang mengawasi," kata Hegseth memberi peringatan dalam pernyataan via media sosial X.

Menhan AS itu berjanji akan terus mendukung Paz "untuk memastikan bahwa para teroris narkoba dicegah untuk mengambil keuntungan dari kematian dan kehancuran di belahan Bumi kita".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Paz, yang seorang konservatif pro-bisnis, menjabat kurang lebih tujuh bulan lalu setelah pemilu bersejarah yang mengakhiri dua dekade pemerintahan sayap kiri yang keras.

Dia bergerak cepat untuk memulihkan hubungan yang terputus dengan AS dan memperkenalkan reformasi ekonomi yang menyeluruh, termasuk memangkas subsidi bahan bakar yang merusak keuangan publik. Namun, reaksi keras muncul di berbagai wilayah Bolivia.

Menghadapi tuntutan untuk mundur, Paz mengatakan dirinya telah menyiapkan rancangan undang-undang yang akan memberikan wewenang kepada militer untuk menangani unjuk rasa dan memulihkan ketertiban.

Dalam gelombang unjuk rasa berminggu-minggu, para pekerja, petani, pekerja tambang, pekerja transportasi, dan guru menuntut langkah-langkah untuk meringankan krisis ekonomi terburuk di Bolivia dalam empat dekade terakhir.

Menurut data resmi pemerintah Bolivia, sekitar 100 aksi blokade jalan dilaporkan terjadi di berbagai wilayah negara tersebut -- hampir dua kali lipat jumlahnya dibandingkan dua pekan lalu.

Blokade jalan semacam itu telah memicu kekurangan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar di area La Paz, yang menjadi pusat pemerintahan, kemudian di El Alto yang berdekatan, dan di beberapa kota lainnya. Imbas dari situasi tersebut, harga barang-barang kebutuhan pokok di Bolivia pun melonjak.

Pada Rabu (3/6), ribuan warga Bolivia mengantre selama berjam-jam untuk membeli ayam -- pertanda nyata betapa sulitnya situasi bagi keluarga-keluarga yang menghadapi kekurangan yang diperburuk oleh unjuk rasa.

Lihat juga Video: Warga Desak Presiden Mundur karena Ekonomi Sulit, Bolivia Mencekam

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini