Serangan Israel Tewaskan 14 Orang di Lebanon Saat Gencatan Senjata

Serangan Israel Tewaskan 14 Orang di Lebanon Saat Gencatan Senjata

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 02 Jun 2026 05:40 WIB
Para petugas tanggap darurat berkumpul di lokasi kejadian setelah pemboman Israel yang menghantam salah satu fasilitas mereka di desa Arnoun di Lebanon selatan pada 12 Mei 2026. (AFP)
Para petugas tanggap darurat berkumpul di lokasi kejadian setelah pemboman Israel yang menghantam salah satu fasilitas mereka di desa Arnoun di Lebanon selatan pada 12 Mei 2026. (AFP/-)
Jakarta -

Setidaknya 14 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan. Belasan orang tersebut tewas dalam pelanggaran mematikan terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (2/6/2026), serangan Israel menghantam sebuah bangunan dan tempat parkir di persimpangan Maarka dekat Rumah Sakit Jabal Amel di Tyre, menewaskan dua orang dan melukai 23 lainnya, kata kantor berita negara NNA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan itu menyebabkan kerusakan besar pada rumah sakit, menurut seorang reporter Anadolu. Satu orang tewas dan satu lainnya luka-luka dalam serangan Israel di kota Chehabiyeh di distrik Tyre, kata NNA.

Serangan drone menghantam sebuah kendaraan di jalan Zefta-Nabatieh, menewaskan pengemudi dan melukai seorang petugas medis yang berada di dekatnya, kata media tersebut.

Dua orang lagi tewas ketika sebuah drone Israel menghantam kendaraan mereka di kota Braiqaa di selatan, sementara seorang warga negara Suriah tewas dalam serangan terpisah di dekat Rumah Sakit Sheikh Ragheb Harb di kota Toul.

Lima orang juga tewas dalam serangan udara Israel semalam di kota Kfar Sir di Lebanon selatan, kata NNA. Serangan Israel lainnya menewaskan dua orang di kota Zebdine, kata sumber yang sama.

Israel terus melanjutkan serangannya terhadap Lebanon meskipun gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April dan diperpanjang selama 45 hari setelah pembicaraan tidak langsung yang dimediasi oleh AS.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.400 orang di seluruh negeri.

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait