Israel Klaim Rebut Kastil Beauford di Lebanon, Bendera Dikibarkan

Israel Klaim Rebut Kastil Beauford di Lebanon, Bendera Dikibarkan

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 31 Mei 2026 16:29 WIB
An Israeli flag flies over the medieval Beaufort Castle, known locally as Qalaat al-Shaqif or Shaqif Arnoun, as seen from the Marjayoun area of southern Lebanon on May 31, 2026. Israeli Defense Minister Israel Katz said on May 31 that the army had se
Bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort, seperti yang terlihat dari daerah Marjayoun di Lebanon selatan pada 31 Mei 2026 (Foto: AFP/-)
Jakarta -

Israel mengklaim telah merebut Kastil Beaufort (Qalaat al-Shaqif) di dekat kota Nabatieh di Lebanon Selatan. Bendera Israel berkibar di atas benteng abad pertengahan di Beaufort, Lebanon.

Dilansir AFP dan Aljazeera, Minggu (31/5/2026), dan juga dilaporkan media Reuters dan AP, pasukan Israel telah merebut Kastil Beaufort (Qalaat al-Shaqif) di dekat kota Nabatieh di Lebanon selatan.

Suara tembakan artileri terdengar dan asap mengepul dari daerah sekitarnya saat bendera pasukan penyerang terlihat oleh AFP di atas kastil, yang terkenal digunakan pasukan Israel sebagai pangkalan selama pendudukan mereka selama dua dekade sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan tersebut muncul setelah stasiun televisi Israel, Kan, menerbitkan gambar bendera Israel yang berkibar di atas bangunan strategis peninggalan Perang Salib tersebut, yang terletak di punggung bukit tinggi sekitar 15 km (9 mil) dari perbatasan Lebanon-Israel.

Sementara itu, belum ada komentar langsung dari pihak berwenang Lebanon. Jika terkonfirmasi mengenai perebutan kastil tersebut akan menjadi keuntungan signifikan bagi militer Israel, yang telah memerangi Hizbullah sejak 2 Maret.

Kastil tersebut merupakan situs warisan yang dilindungi UNESCO yang sebelumnya diduduki Israel selama 18 tahun sebelum menarik diri dari Lebanon pada tahun 2000.

Lebih lanjut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan pasukannya telah merebut benteng bersejarah tersebut. Hal itu disampaikan saat Israel memperluas operasi darat, yang dikecam oleh Perdana Menteri Lebanon sebagai kebijakan "bumi hangus".

"Empat puluh empat tahun setelah Pertempuran Beaufort yang heroik, dan pada hari ini memperingati para prajurit yang gugur dalam Perang Lebanon Pertama, pasukan kita telah kembali ke puncak Beaufort dan sekali lagi mengibarkan bendera Israel di sana," kata Katz dalam sebuah unggahan di media sosial.

"Di bawah arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan saya, IDF memperluas operasi di Lebanon, menyeberangi Sungai Litani, dan merebut Punggungan Beaufort-salah satu titik strategis terpenting untuk mempertahankan komunitas Galilea dan menjaga keamanan pasukan kita," tambahnya.

Serangan ke Beaufort terjadi ketika militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi besar-besaran ke daerah-daerah di selatan Sungai Zahrani, utara Litani dan sekitar 40 kilometer (25 mil) dari perbatasan. Israel memperingatkan bahwa mereka menargetkan kelompok bersenjata Hizbullah yang didukung Iran.

"Siapa pun yang berada di dekat elemen, fasilitas, atau sarana tempur Hizbullah membahayakan nyawa mereka. Setiap bangunan yang digunakan oleh Hizbullah untuk tujuan militer dapat menjadi sasaran!" Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, mengatakan hal itu dalam sebuah unggahan di media sosial.

Lihat Video 'Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 11 Orang, Termasuk Anak-anak':

(yld/knv)


Berita Terkait