Termasuk 9 WNI, 430 Aktivis Sumud Flotilla yang Ditangkap Dibawa ke Israel

Termasuk 9 WNI, 430 Aktivis Sumud Flotilla yang Ditangkap Dibawa ke Israel

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Rabu, 20 Mei 2026 21:18 WIB
Activists gather in lEstaque, part of Marseilles harbour, southern France, on April 4, 2026, during a rally in support of a flotilla carrying activists from Thousand Madleens to Gaza movement as they prepare to set sail. (Photo by CLEMENT MAHOUDEAU
Foto: Ilustrasi. Kapal-kapal yang digunakan aktivis dalam misi Global Sumud Flotilla 2026. (AFP/CLEMENT MAHOUDEAU)
Jakarta -

Pihak berwenang Israel menahan ratusan aktivis yang ditangkap dari armada kapal menuju Gaza di pelabuhan selatan Ashdod, Israel. Mereka ditangkap dan ditahan saat hendak mengirim bantuan ke Gaza dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (20/5/2026), kelompok hak asasi manusia, Adalah, menyebut penahanan masih berlangsung pada hari Rabu setelah pasukan Israel mencegat kapal mereka di laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Armada Global Sumud berlayar dari Turki sejak pekan lalu. Misi tersebut menjadi upaya terbaru dari para aktivis untuk menembus blokade Israel terhadap wilayah Palestina, setelah pasukan Israel mencegat konvoi sebelumnya bulan lalu.

Pihak berwenang Israel mengatakan 430 aktivis di atas armada tersebut sedang dalam perjalanan ke Israel. Sementara, Adalah mengatakan beberapa di antaranya telah tiba di pelabuhan Ashdod dan ditahan di sana.

"Setelah berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menantang blokade ilegal, para peserta sipil ini diculik secara paksa dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel sepenuhnya di luar kehendak mereka," kata Adalah.

"Tindakan ini merupakan perpanjangan langsung dari kebijakan Israel tentang hukuman kolektif dan kelaparan terhadap warga Palestina di Gaza," sambungnya.

Kementerian Luar Negeri Israel menolak operasi tersebut sebagai aksi publisitas yang melayani gerakan Islamis Palestina, Hamas.

"Aksi PR lainnya telah berakhir. Semua 430 aktivis telah dipindahkan ke kapal Israel dan sedang menuju Israel, di mana mereka akan dapat bertemu dengan perwakilan konsuler mereka," kata seorang juru bicara dari kementerian luar negeri pada Selasa malam.

"Aksi PR ini sekali lagi terbukti tidak lebih dari aksi PR yang melayani Hamas," tambah juru bicara tersebut.

PM Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengecam aksi PR tersebut.

"(Aksi PR sebagai) skema jahat yang dirancang untuk mematahkan blokade yang telah kami terapkan pada teroris Hamas di Gaza," katanya.

Dari ratusan aktivis di Global Sumud Flotilla, ada 9 warga Indonesia yang ikut ditangkap. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan pihaknya terus berupaya memastikan WNI yang jadi relawan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dalam kondisi baik. Sugiono menegaskan telah memonitor situasi menyangkut para WNI yang terlibat dalam misi tersebut.

"Kementerian Luar Negeri kami dari kemarin sudah terus memonitor situasinya. Saya sendiri sudah menghubungi kedutaan kita atau perwakilan kita untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Jordan, Turki, Mesir untuk pertama mencari informasi yang akurat terkait posisi dan situasi dan keadaan dari saudara-saudara kita yang ditangkap," kata Sugiono usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5).

Lihat juga Video: Ikut Dalam Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla, 5 WNI Ditangkap Israel

(fca/ygs)


Berita Terkait