Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China. Dalam pertemuan itu, Trump mengklaim Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz.
Dilansir AFP, Jumat (15/5/2026), Trump mengatakan Presiden China Xi menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz karena ketegangan antara Washington dan Teheran masih belum terselesaikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan Xi "ingin melihat kesepakatan tercapai".
"Dia memang menawarkan, katanya, 'Jika saya dapat membantu, saya ingin membantu,'" kata Trump.
Trump juga mengisyaratkan bahwa ketergantungan China pada minyak Iran memberi Beijing kepentingan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
"Siapa pun yang membeli minyak sebanyak itu jelas memiliki semacam hubungan dengan mereka. Dia ingin melihat Selat Hormuz terbuka," ujar Trump
Trump dan Xi Jinping Sepakat soal Selat Hormuz
Sebelumnya, Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati jika Selat Hormuz "harus tetap terbuka" saat keduanya melakukan pembicaraan di Beijing. Gedung Putih menyebut pertemuan kedua pemimpin berlangsung "baik".
"Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas," kata Gedung Putih dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (14/5).
Situasi di perairan Selat Hormuz dan sekitarnya memanas sejak perang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.
Teheran memblokir aktivitas perlintasan di Selat Hormuz -- yang biasanya dilintasi seperlima pengiriman minyak dan gas dunia -- selama perang berkecamuk. AS merespons dengan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun gencatan senjata yang rapuh berlaku sejak 8 April lalu.











































