Trump Klaim Xi Jinping Tawarkan Bantuan untuk Buka Selat Hormuz

Trump Klaim Xi Jinping Tawarkan Bantuan untuk Buka Selat Hormuz

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Jumat, 15 Mei 2026 02:52 WIB
Chinas President Xi Jinping (R) and US President Donald Trump visit the Temple of Heaven in Beijing on May 14, 2026. Xi warned Trump that the issue of Taiwan could push their two countries into conflict if mishandled, a stark opening salvo as a su
Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing, China. Dalam pertemuan itu, Trump mengklaim Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz.

Dilansir AFP, Jumat (15/5/2026), Trump mengatakan Presiden China Xi menawarkan bantuan untuk membuka Selat Hormuz karena ketegangan antara Washington dan Teheran masih belum terselesaikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan Xi "ingin melihat kesepakatan tercapai".

"Dia memang menawarkan, katanya, 'Jika saya dapat membantu, saya ingin membantu,'" kata Trump.

Trump juga mengisyaratkan bahwa ketergantungan China pada minyak Iran memberi Beijing kepentingan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.

"Siapa pun yang membeli minyak sebanyak itu jelas memiliki semacam hubungan dengan mereka. Dia ingin melihat Selat Hormuz terbuka," ujar Trump

Trump dan Xi Jinping Sepakat soal Selat Hormuz

Sebelumnya, Gedung Putih mengungkapkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyepakati jika Selat Hormuz "harus tetap terbuka" saat keduanya melakukan pembicaraan di Beijing. Gedung Putih menyebut pertemuan kedua pemimpin berlangsung "baik".

"Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas," kata Gedung Putih dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Kamis (14/5).

Situasi di perairan Selat Hormuz dan sekitarnya memanas sejak perang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu.

Teheran memblokir aktivitas perlintasan di Selat Hormuz -- yang biasanya dilintasi seperlima pengiriman minyak dan gas dunia -- selama perang berkecamuk. AS merespons dengan memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun gencatan senjata yang rapuh berlaku sejak 8 April lalu.

Halaman 2 dari 2
(maa/maa)


Berita Terkait