Trump Sebut AS Tak Butuh Bantuan China untuk Selesaikan Perang Iran

Trump Sebut AS Tak Butuh Bantuan China untuk Selesaikan Perang Iran

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 14 Mei 2026 08:05 WIB
WASHINGTON, DC - APRIL 30: U.S. President Donald Trump speaks during an executive order signing in the Oval Office of the White House on April 30, 2026 in Washington, DC. President Trump signed multiple executive orders including one to expand retire
Foto: Andrew Harnik/Getty Images
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada hari Selasa bahwa ia tidak mengharapkan bantuan China untuk mengakhiri perang di Iran. Hal ini dikatakan Trump di Washington sebelum terbang ke Beijing.

Dilansir Al Jazeera, Kamis (14/5/2026), perang tersebut diperkirakan akan menjadi topik pembicaraan antara Trump dan Xi selama dua hari ke depan. Tetapi Trump meremehkan peran potensial Beijing dalam mengakhiri konflik tersebut, yang telah mencekik lalu lintas melalui jalur air utama yang biasanya membawa sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya rasa kita tidak membutuhkan bantuan apa pun dengan Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara, secara damai atau sebaliknya," katanya kepada wartawan di Washington.

Sementara itu, pertemuan puncak antara Trump dan Xi tidak dipandang sebagai masalah di Iran.

ADVERTISEMENT

"Sebaliknya, orang-orang mengatakan ini adalah masalah bilateral yang tidak akan memengaruhi hubungan yang kuat antara Iran dan China," kata Almigdad Alruhaid dari Al Jazeera, melaporkan dari Teheran.

"Hubungan ini sangat kuat, strategis, independen, dan merupakan kemitraan jangka panjang. Kami tahu ada perjanjian 25 tahun pada tahun 2020 tentang politik, ekonomi, budaya, dan hal-hal lain di kawasan Timur Tengah ini."

Sebelumnya, Trump tiba di Beijing untuk menghadiri konferensi tingkat tinggi (KTT) bersama Presiden China Xi Jinping. Acara digelar dengan tujuan meredakan ketegangan mendalam antara dua negara adidaya tersebut.

Dilansir AFP, Trump tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing menggunakan Air Force One Rabu (13/5/2026) waktu setempat. Sambil mengepalkan tangan, Trump turun dari tangga pesawat.

Ini merupakan kunjungan pertamanya ke China sejak 2017 dan menjadi kunjungan presiden AS pertama ke Negeri Tirai Bambu dalam hampir satu dekade. Turut mendampingi Trump dalam lawatan tersebut yakni bos Tesla Elon Musk serta CEO Nvidia Jensen Huang.

Kehadiran keduanya dinilai menjadi simbol kuat dari potensi kesepakatan bisnis antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia. Trump disambut dengan seikat bunga dan berjalan di atas karpet merah yang dipenuhi sekitar 300 pemuda China berseragam putih.

Tonton juga video "Trump Sebut Tak Butuh Bantuan Cina untuk Taklukan Iran"

(azh/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini