10 Ribu Lebih Rumah di Lebanon Hancur Sejak Gencatan Senjata dengan Israel

10 Ribu Lebih Rumah di Lebanon Hancur Sejak Gencatan Senjata dengan Israel

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 14 Mei 2026 01:38 WIB
A worker clears a destroyed shopping building, amid a temporary ceasefire between Lebanon and Israel, in Tyre, southern Lebanon, April 28, 2026. REUTERS/Marko Djurica
Foto: REUTERS/Marko Djurica
Jakarta -

Lebih dari 10.000 di Lebanon rumah telah hancur sejak gencatan senjata dalam perang antara Israel dan Hizbullah. Hal itu diungkap oleh Dewan Nasional untuk Penelitian Ilmiah Lebanon pada hari Rabu.

"Sejak gencatan senjata saat ini... kami telah menyaksikan 5.386 unit rumah yang hancur total, dan 5.246 unit rumah yang rusak," kata kepala CRNS, Chadi Abdallah dalam konferensi pers yang disiarkan oleh media lokal, dilansir AFP, Kamis (14/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel terus melakukan serangan udara besar-besaran meskipun ada gencatan senjata 17 April. Dan tentara Israel beroperasi di dalam "garis kuning" yang dinyatakan Israel, yang membentang sekitar 10 kilometer di utara perbatasan Israel-Lebanon.

Sebelumnya, dilaporkan serangan Israel menghantam wilayah Lebanon selatan. Kementerian Kesehatan mengatakan sebanyak 13 orang dilaporkan tewas.

Dilansir AFP, Rabu (13/5), Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan korban yang tewas termasuk seorang tentara, seorang anak, dan dua petugas penyelamat.

"Serangan di kota Nabatieh menewaskan lima orang, termasuk dua petugas penyelamat Pertahanan Sipil," kata kementerian itu.

Sementara serangan lain di sekitar Jebchit menewaskan empat orang. Korban "termasuk seorang tentara dan seorang warga negara Suriah".

Serangan ketiga terjadi di Bint Jbeil. Serangan ini menewaskan "empat warga sipil, termasuk seorang anak dan seorang wanita".

(azh/azh)


Berita Terkait