Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia yakin kesepakatan dengan Iran "sangat mungkin." Namun, dia mengancam akan melanjutkan serangan ke negara itu jika negosiasi gagal.
Terlepas dari optimisme pemimpin AS itu, pemerintah Iran belum menanggapi proposal baru AS, dengan kepala negosiatornya memperingatkan bahwa Washington berupaya memaksa Teheran untuk "menyerah."
Dilansir Al Arabiya English, Kamis (7/5/2026), Trump menuliskan di media sosial pada hari Rabu (6/5) waktu setempat, bahwa jika "Iran setuju untuk memberikan apa yang telah disepakati," perang akan berakhir, tetapi jika tidak, bombardir akan dilanjutkan pada tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi."
"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin bahwa kami akan mencapai kesepakatan," kata Trump kemudian kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan kepada media lokal bahwa "rencana dan proposal AS masih dalam peninjauan." Dia menambahkan bahwa Teheran akan menyampaikan posisinya kepada mediator Pakistan "setelah memfinalisasi pandangannya."
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang memimpin negosiasi dengan AS, mengatakan bahwa Washington "berupaya, melalui blokade angkatan laut, tekanan ekonomi, dan manipulasi media, untuk menghancurkan kesatuan negara guna memaksa kita untuk menyerah."
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, tokoh kunci dalam putaran awal pembicaraan yang diadakan di Islamabad bulan lalu, optimistis terhadap prospek kesepakatan.
"Kami sangat berharap bahwa momentum saat ini akan mengarah pada kesepakatan yang langgeng yang menjamin perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan bagi kawasan dan sekitarnya," tulisnya di media sosial X.
Media berita AS, Axios, mengutip dua pejabat AS, melaporkan bahwa Iran dan AS saat ini hampir menyepakati nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang dan menetapkan kerangka kerja untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci.
Simak juga Video: Trump Klaim Kesepakatan dengan Iran Segera Terwujud, Ini Faktornya











































