Terima Raja Charles, Trump Puji Inggris Teman Dekat di Tengah Konflik Iran

Terima Raja Charles, Trump Puji Inggris Teman Dekat di Tengah Konflik Iran

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Selasa, 28 Apr 2026 23:36 WIB
WINDSOR, ENGLAND - SEPTEMBER 17:  U.S. President Donald Trump, (2nd R) First Lady Melania Trump, (R) King Charles III and Queen Camilla (L) arrive for the State Banquet hosted by King Charles III and members of the Royal Family at Windsor Castle duri
Foto: Presiden AS Donald Trump dan Raja Inggris Charles III saat bertemu di Inggris, September 2025 lalu. (Aaron Chown-WPA Pool/Getty Images)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyambut kunjungan kenegaraan Raja Charles III di Gedung Putih. Trump mengatakan bahwa AS tidak memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris.

Dilansir AFP, Selasa (28/4/2026), Trump menyampaikan pidato dalam kunjungan kenegaraan Raja Charles itu. Pidato yang disampaikan Trump itu berbeda dari kecaman yang belakangan ditujukan kepada pemerintah Inggris karena gagal bergabung dalam konflik dengan Teheran.

"Selama berabad-abad sejak kita meraih kemerdekaan, Amerika tidak pernah memiliki teman yang lebih dekat daripada Inggris," kata Trump, merujuk pada fakta bahwa kunjungan ini menandai peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan koloni AS dari pemerintahan Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump mengatakan bahwa kedua negara memiliki kedekatan.

"(AS dan Inggris memiliki) hubungan khusus, dan kami berharap hubungan itu akan selalu tetap seperti itu," katanya.

Pemimpin AS itu juga memuji militer Inggris. Trump mengatakan bahwa lebih baik bersama dengan AS meskipun baru-baru ini ia mencemooh dua kapal induk Inggris sebagai "mainan".

Dalam kunjungan tersebut, Charles berjabat tangan dengan para pejabat tinggi pemerintahan Trump termasuk Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio.

Setelah pidato Trump, empat jet AS meraung di atas Gedung Putih dalam atraksi. Trump, Charles, Ratu Camilla dan Ibu Negara Melania Trump menyaksikan atraksi tersebut.

Keamanan diperketat untuk kunjungan ini, yang terjadi beberapa hari setelah penembakan di Jamuan Makan Malam Koresponden Gedung Putih yang dihadiri oleh Trump.

Hari pertama perjalanan menampilkan sambutan yang lebih informal, dengan keluarga Trump menjamu Charles dan Camilla dengan teh dan kue di Gedung Putih sebelum menunjukkan kepada mereka sarang lebah di halaman yang terkenal itu.

Pada hari kedua kunjungan kenegaraan empat hari tersebut, Charles disebut akan berpidato di Kongres AS dan diperkirakan akan menyerukan "rekonsiliasi dan pembaruan" di tengah ketegangan hubungan baru-baru ini.

Pertemuan ini terjadi pada saat yang sensitif setelah Trump marah atas penolakan London untuk membantu perangnya di Iran.

Dalam pidato 20 menit tersebut, Charles diperkirakan akan menyampaikan permohonan kepada Trump dengan hati-hati, dengan mengatakan bahwa membela cita-cita demokrasi bersama adalah "penting untuk kebebasan dan kesetaraan."

"Berkali-kali, kedua negara kita selalu menemukan cara untuk bersatu," demikian yang diperkirakan akan dikatakannya.

Namun, ia akan menghadapi tantangan berat untuk menenangkan politikus Republikan yang mudah berubah-ubah itu dalam jangka panjang.

Trump telah berulang kali mengecam Perdana Menteri Inggris Keir Starmer atas penentangannya terhadap perang, serta kebijakan imigrasi dan energi negara tersebut.

Halaman 2 dari 2
(fca/rfs)


Berita Terkait