Serangan Israel Tewaskan 182 Orang, Lebanon Umumkan Hari Berkabung Nasional

Serangan Israel Tewaskan 182 Orang, Lebanon Umumkan Hari Berkabung Nasional

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 05:40 WIB
People look at a damaged building following an Israeli strike, amid escalating hostilities between Israel and Hezbollah, as the U.S.-Israel conflict with Iran continues, in Beirut, Lebanon, March 31, 2026. REUTERS/Mohammad Yassine
Orang-orang melihat bangunan yang rusak akibat serangan Israel, di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah, seiring berlanjutnya konflik AS-Israel dengan Iran, di Beirut, Lebanon, 31 Maret 2026. (REUTERS/Mohammad Yassine)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa serangan Israel di berbagai wilayah negara, termasuk ibu kota Beirut, telah menewaskan sedikitnya 182 orang, menurut data terbaru. Lebanon mengumumkan sebagai hari berkabung nasional usai ratusan orang tewas akibat serangan Israel.

Dilansir CNN dan AFP, Kamis (9/4/2026), sebanyak 890 orang lainnya terluka dalam serangan pada Rabu (8/4), menurut kementerian tersebut.

Kementerian tersebut menggambarkan angka-angka tersebut sebagai angka sementara dan mengatakan bahwa jumlah korban mencerminkan informasi yang tersedia sejauh ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menyatakan hari Kamis Kamis (9/4) sebagai hari berkabung nasional setelah serangan Israel mengguncang negara itu dan menewaskan lebih dari 100 orang, menurut data sementara dari kementerian kesehatan.

Dalam sebuah pernyataan, kantor perdana menteri mengatakan Kamis (9/4) akan menjadi "hari berkabung nasional untuk para martir dan korban luka dari serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya", memerintahkan penutupan administrasi publik dan penurunan bendera.

Kantor Salam mengatakan bahwa ia terlibat dalam upaya diplomatik "untuk memobilisasi semua sumber daya politik dan diplomatik Lebanon untuk menghentikan mesin pembunuh Israel".

Simak Video 'Gedung Putih: Lebanon Tak Termasuk dalam Gencatan Senjata AS-Iran':

(rfs/rfs)


Berita Terkait