Iran Ancam Akan Membalas Jika Israel Tidak Hentikan Serangan ke Lebanon

Iran Ancam Akan Membalas Jika Israel Tidak Hentikan Serangan ke Lebanon

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 09 Apr 2026 03:46 WIB
Iranians celebrate on a street after the IRGC attack on Israel, in Tehran, Iran, October 1, 2024. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY   ATTENTION EDITORS - THIS P
Warga Iran merayakan kemenangan di jalanan setelah serangan IRGC terhadap Israel, di Teheran, Iran, 1 Oktober 2024. (REUTERS/Majid Asgaripour)
Jakarta -

Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa mereka akan membalas jika Israel tidak menghentikan serangan terhadap Lebanon. Ancaman ini setelah serangan mematikan menewaskan ratusan orang sehari setelah gencatan senjata disepakati antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

"Kami mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat, yang melanggar perjanjian, dan kepada sekutu Zionisnya, algojonya: jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera berhenti, kami akan memenuhi kewajiban kami dan memberikan balasan," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi pemerintah dengan merujuk pada Israel, dilansir AFP, Kamis (9/4/2026).

Israel mengatakan gencatan senjata AS-Iran tidak termasuk Lebanon, yang terseret ke dalam perang setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan terhadap Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Hizbullah mengatakan bahwa mereka memiliki hak untuk membalas gelombang serangan mematikan Israel di seluruh Lebanon, yang menurut pihak berwenang menewaskan sedikitnya 112 orang dan melukai lebih dari 800 orang.

"Kami menegaskan bahwa darah para martir dan yang terluka tidak akan tertumpah sia-sia, dan bahwa pembantaian hari ini, seperti semua tindakan agresi dan kejahatan biadab, menegaskan hak alami dan hukum kami untuk melawan pendudukan dan menanggapi agresinya," kata gerakan yang didukung Iran itu dalam sebuah pernyataan.

Pihak berwenang Irak mengutuk serangan Israel yang menewaskan ratusan orang di Lebanon, dengan mengatakan bahwa serangan itu menunjukkan bahwa Israel berupaya menggagalkan gencatan senjata dua minggu yang disepakati oleh Iran dan Amerika Serikat.

"Pemerintah menyatakan kecamannya terhadap serangan brutal yang dilakukan oleh tentara pendudukan Zionis terhadap warga sipil di sejumlah kota di Lebanon," kata juru bicara pemerintah Irak, Bassem al-Awadi, dalam sebuah pernyataan.

"Pendekatan agresif berkelanjutan pemerintah Israel yang berupaya melanggengkan konflik... adalah bukti dari rencana permusuhan mereka untuk menyabotase gencatan senjata," tambahnya.

Sedikitnya 112 orang tewas dan 837 lainnya terluka di Lebanon setelah Israel melancarkan serangkaian serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam perang saat ini, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon.

"Serangan udara musuh Israel di berbagai wilayah Lebanon, yang mencapai ibu kota Beirut, telah menyebabkan, dalam data terbaru yang belum final, 112 orang tewas dan 837 orang terluka," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Simak Video 'Kesepakatan Gencatan Senjata Iran-AS di Ujung Tanduk gegara Israel?':

Halaman 2 dari 2
(rfs/rfs)


Berita Terkait