Oposisi Israel Kecam Netanyahu Soal Gencatan Senjata Iran: Bencana Politik!

Oposisi Israel Kecam Netanyahu Soal Gencatan Senjata Iran: Bencana Politik!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 08 Apr 2026 15:59 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. GIL COHEN-MAGEN/Pool via REUTERS)
PM Israel Benjamin Netanyahu (dok. GIL COHEN-MAGEN/Pool via REUTERS)
Tel Aviv -

Para pemimpin oposisi Israel mengkritik gencatan senjata dengan Iran, yang juga disepakati oleh Amerika Serikat (AS). Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu dituduh telah gagal mencapai tujuan perang.

AS dan Iran menyepakati gencatan senjata selama dua minggu dalam upaya terakhir untuk mencegah kehancuran total Iran seperti ancaman Presiden AS Donald Trump. Sejumlah pejabat Gedung Putih menyebut Israel juga menyetujui gencatan senjata dan bersedia menangguhkan serangan terhadap Teheran.

Kantor Netanyahu mengatakan bahwa Israel mendukung keputusan Trump untuk menangguhkan pengeboman terhadap Iran. Namun Tel Aviv menegaskan bahwa gencatan senjata itu "tidak termasuk Lebanon", di mana pasukan Israel bertempur melawan kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak pernah ada bencana politik seperti ini sepanjang sejarah kita. Israel bahkan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan mengenai inti keamanan nasional kita," kritik pemimpin oposisi utama Israel, Yair Lapid, dalam pernyataan via media sosial X, seperti dilansir AFP, Rabu (8/4/2026).

"Militer telah melaksanakan semua yang diminta dari mereka, dan masyarakat menunjukkan ketahanan yang luar biasa, tetapi Netanyau telah gagal secara politik, gagal secara strategis, dan tidak mencapai satu pun tujuan yang telah dia tetapkan sendiri," sebutnya.

Netanyahu telah menetapkan pemusnahan atau setidaknya secara parah melemahkan program nuklir Iran sebagai tujuan utama perang. Dia menggambarkan program nuklir Teheran sebagai "ancaman eksistensial" bagi Israel.

Netanyahu juga menyerukan netralisasi kemampuan rudal balistik Iran, melemahkan atau berpotensi menggulingkan rezim Iran, dan mengekang pengaruh regional Teheran dengan menargetkan jaringan kelompok sekutunya.

"Akan butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang disebabkan Netanyahu karena kesombongan, kelalaian, dan kurangnya perencanaan strategis," kata Lapid.

Kritikan lainnya datang dari ketua Partai Demokrat Israel, Yair Golan, yang menyebut gencatan senjata itu sebagai "kegagalan strategis" Netanyahu.

"Dia menjanjikan kemenangan bersejarah dan keamanan untuk generasi mendatang, dan dalam praktiknya, kita mendapatkan salah satu kegagalan strategis paling parah yang pernah dialami Israel. Ini adalah kegagalan total yang membahayakan keamanan Israel selama beberapa tahun ke depan," kritik Golan.

Anggota parlemen Israel dan tokoh oposisi, Avigdor Liberman, juga mengecam gencatan senjata tersebut. Dia menilai gencatan senjata itu memberikan rezim Iran "kesempatan untuk melakukan regroup".

"Kesepakatan apa pun dengan Iran yang tidak mencakup penolakan penghancuran Iran, pengayaan uranium, produksi rudal balistik, dan dukungan untuk organisasi teroris di kawasan itu, berarti kita harus kembali ke kampanye lainnya dalam kondisi yang lebih sulit dan membayar harga yang lebih mahal," ucapnya.

Tonton juga video "Iran-Amerika Sepakat Gencatan Senjata!"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait