Apa Itu 'No Kings' Demo Anti Trump di Berbagai Kota AS?

Apa Itu 'No Kings' Demo Anti Trump di Berbagai Kota AS?

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Senin, 30 Mar 2026 16:48 WIB
Gelombang protes bertajuk No Kings menggema di New York, Sabtu (28/3/2026), ketika ribuan demonstran turun ke jalan menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. REUTERS/Jim Vondruska
Gelombang protes bertajuk
Jakarta -

Aksi protes bertajuk "No Kings" berlangsung di berbagai kota di Amerika Serikat (AS) dan menjadi sorotan publik. Demonstrasi ini muncul sebagai bentuk penolakan terhadap kepemimpinan Donald Trump yang dinilai memiliki kecenderungan otoriter oleh para pengunjuk rasa.

Seperti dilansir AFP, aksi demonstrasi berlangsung Minggu (29/3/2026) waktu setempat dengan partisipasi besar di berbagai wilayah. Penyelenggara menyebut sekitar 8 juta orang berkumpul dalam lebih dari 3.300 acara yang tersebar di seluruh 50 negara bagian, mulai dari kota besar hingga kota kecil.

Gerakan No Kings semakin ramai diperbincangkan setelah aksi yang digelar pada akhir Maret di sejumlah wilayah Amerika Serikat. Lalu, apa sebenarnya aksi protes No Kings, apa tujuan gerakannya, dan bagaimana perkembangan aksinya? Berikut penjelasannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Aksi Protes No Kings?

No Kings merupakan gerakan protes politik yang digelar oleh kelompok masyarakat sipil di Amerika Serikat sebagai bentuk penolakan terhadap kepemimpinan yang dianggap menyerupai monarki atau kekuasaan absolut. Gerakan ini menekankan bahwa Amerika Serikat adalah negara demokrasi yang menempatkan konstitusi sebagai landasan utama pemerintahan.

Merujuk penjelasan di situs resmi gerakan tersebut (nokings.org), gerakan ini mengajak masyarakat untuk menolak kepemimpinan yang dinilai melampaui kewenangan dan berpotensi melemahkan institusi demokrasi. Gerakan ini juga menyoroti pentingnya menjaga lembaga negara, konstitusi, dan hak-hak warga negara dari potensi penyalahgunaan kekuasaan.

CHICAGO, ILLINOIS - MARCH 28: Demonstrators gather downtown in Grant Park to protest policies of the Trump administration by participating in a No Kings rally and march on March 28, 2026 in Chicago, Illinois. This is the third nationwide Foto: Demo No Kings untuk memprotes Donald Trump di Chicago, AS (Getty Images via AFP/SCOTT OLSON)

Sementara itu, laman Encyclopaedia Britannica menjelaskan tentang istilah gerakan ini. No Kings sendiri mencerminkan prinsip historis Amerika Serikat, yakni sebagai negara republik yang menolak kekuasaan absolut dan menempatkan konstitusi sebagai pedoman utama pemerintahan.

Perkembangan Aksi Sejak 2025

Gerakan No Kings mulai dikenal luas sejak pertengahan tahun lalu, tepatnya pada Juni 2025 ketika mobilisasi nasional pertama digelar di ribuan lokasi di Amerika Serikat. Aksi ini kemudian berkembang menjadi demonstrasi berskala besar dengan partisipasi jutaan orang.

Merujuk data yang dirangkum Encyclopaedia Britannica dan informasi dari situs nokings.org, berikut rangkaian aksi No Kings di Amerika Serikat:

  • 14 Juni 2025: sekitar 2.100 lokasi di seluruh AS dengan partisipasi sekitar 4 hingga 6 juta orang
  • 18 Oktober 2025: sekitar 2.700 lokasi dengan partisipasi sekitar 7 juta orang
  • 28 Maret 2026: sekitar 3.300 lokasi dengan partisipasi sekitar 8 juta orang

Gerakan ini diselenggarakan oleh sejumlah organisasi progresif seperti 50501 Movement, Indivisible, dan MoveOn yang berkoalisi dalam mobilisasi nasional. Aksi dilakukan melalui demonstrasi damai, kampanye publik, serta penggalangan dukungan masyarakat di berbagai wilayah.

Aksi protes No Kings menjadi salah satu contoh mobilisasi masyarakat sipil dalam menyoroti isu demokrasi dan kepemimpinan di Amerika Serikat. Perkembangan gerakan ini masih terus dipantau karena berkaitan dengan dinamika politik nasional serta respons publik terhadap kebijakan dan kepemimpinan pemerintah di negara tersebut.

Tonton juga Video: Bendera One Piece Berkibar Lagi, Kali Ini di Demo 'No Kings' Trump

(wia/jbr)


Berita Terkait