Iran Izinkan Kapal Tanker Minyak Malaysia Lewati Selat Hormuz

Iran Izinkan Kapal Tanker Minyak Malaysia Lewati Selat Hormuz

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Kamis, 26 Mar 2026 19:43 WIB
The Liberia-flagged tanker Shenlong Suezmax, loaded with Saudi Arabian crude, arrives at a port after transiting the Strait of Hormuz amid supply disruptions linked to the U.S-Israeli conflict with Iran, in Mumbai, India, March 12, 2026. REUTERS/Fran
Ilustrasi. Selat Hormuz. (Foto: REUTERS/Francis Mascarenhas)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan Iran telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia melewati Selat Hormuz. Kesepakatan itu terjadi setelah Anwar melakukan pembicaraan dengan para pemimpin di kawasan negara Teluk.

Dilansir Reuters, Kamis (26/3/2026), Anwar mengaku telah berbicara dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki, dan negara-negara regional lainnya mengenai negosiasi tersebut. Dari upaya pembicaraan tersebut, sebut Anwar, kapal Malaysia sekarang diizinkan untuk melewati Selat Hormuz.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Anwar berterima kasih kepada presiden Iran karena telah mengizinkan kapal-kapal Malaysia untuk melewati selat tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang," kata Anwar.

Anwar mengatakan upaya pembicaraan mengenai perdamaian dengan Iran merupakan proses yang tidak mudah. Menurut Anwar, Iran merasa sulit menerima opsi-opsi langkah perdamaian tanpa jaminan keamanan yang mengikat.

"Tetapi ini tidak mudah, karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan merasa sulit untuk menerima langkah-langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas dan mengikat bagi negara mereka," katanya.

Di sisi lain, Anwar menyebut pemerintah Malaysia akan mempertahankan subsidi harga minyak. Namun pemerintahannya akan mengambil langkah-langkah untuk melemahkan dampak gangguan pasokan, termasuk pengurangan alokasi bulanan bahan bakar bersubsidi.

"Bagi kami sekarang, kami terpaksa mengelola situasi karena dampak blokade di Selat Hormuz, perang, dan terhentinya pasokan minyak dan gas semuanya berdampak pada kami," katanya.

Belum Buka untuk Kapal RI

Sementara, Iran belum membuka Selat Hormuz bagi kapal Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku telah mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mencari minyak mentah (crude) dari berbagai negara.

Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi dampat perang di Timur Tengah terhadap pasokan energi. Apalagi Iran belum membuka selat Hormuz untuk Indonesia.

"Atas dasar itu bahwa Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita," ujar Bahlil saat melakukan sidak di SPBU Colomadu, Jawa Tengah, dikutip dari keterangan Kementerian ESDM, Kamis (26/3).

Tonton juga video "Menlu Iran Sindir AS Minta Bantuan Sekutu untuk Buka Selat Hormuz"

Halaman 2 dari 2
(fca/jbr)


Berita Terkait