Presiden Korsel Tak Bisa Cegah AS Pindahkan Rudal Patriot ke Timteng

Presiden Korsel Tak Bisa Cegah AS Pindahkan Rudal Patriot ke Timteng

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Mar 2026 14:13 WIB
Presiden Korsel Lee Jae Myung (dok. Kim Min-Hee/Pool via REUTERS/File Photo)
Presiden Korsel Lee Jae Myung (dok. Kim Min-Hee/Pool via REUTERS/File Photo)
Seoul -

Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung mengatakan pihaknya tidak dapat mencegah Amerika Serikat (AS) memindahkan sejumlah sistem rudal pertahanan udara Patriot yang ditempatkan di negaranya, ke kawasan Timur Tengah (Timteng) yang sedang dilanda konflik.

Lee menegaskan bahwa penarikan beberapa senjata buatan AS dari Korsel itu tidak akan melemahkan postur pencegahan terhadap Korea Utara (Korut).

Laporan pemindahan aset-aset militer utama AS dari kawasan Asia telah memicu kekhawatiran tentang potensi celah dalam pertahanan regional. Laporan ini muncul saat AS dan Israel terlibat pertempuran sengit dengan Iran sejak 28 Februari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rapat kabinet, seperti dilansir kantor berita Yonhap dan Reuters, Selasa (10/3/2026), Lee membahas soal kontroversi seputar pengiriman sejumlah senjata milik Pasukan AS di Korea (USFK) dan kekhawatiran yang muncul akibat langkah tersebut.

"Tampaknya ada kontroversi baru-baru ini mengenai pengiriman beberapa senjata oleh Pasukan AS di Korea, seperti baterai artileri dan senjata pertahanan udara, keluar dari negara ini," ucap Lee dalam rapat kabinet pada Selasa (10/3).

Dia mengungkapkan bahwa Korsel telah menyatakan keberatan terhadap kemungkinan pemindahan aset militer USFK, namun Seoul tidak dalam posisi untuk mengajukan tuntutan terhadap Washington. Lee menyebutnya sebagai "kenyataan pahit" bahwa pendapat Korsel tidak akan sepenuhnya diterima oleh AS.

"Pemerintah kita mengharapkan USFK untuk sepenuhnya berkontribusi terhadap stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea, yang saya yakini telah dilakukan mereka sejauh ini," kata Lee dalam pernyataannya.

"Namun, tergantung pada bagaimana situasi berkembang, USFK mungkin akan mengirimkan beberapa sistem pertahanan udara ke luar negeri sesuai dengan kebutuhan militer mereka sendiri. Meskipun kita telah menyatakan penolakan, kenyataannya adalah kita tidak dapat sepenuhnya memaksakan posisi kita," ujarnya.

Lebih lanjut, Lee menegaskan bahwa pemindahan beberapa senjata AS dari Korsel "tidak menghambat strategi pencegahan terhadap Korea Utara". Dia menekankan bahwa pengeluaran pertahanan dan kemampuan konvensional Korsel jauh melebihi Korut.

"Jika Anda bertanya apakah strategi pencegahan kita terhadap Korea Utara sangat terdampak (karena kemungkinan perpindahan aset tersebut), saya dapat mengatakan sama sekali tidak," tegas Presiden Korsel tersebut.

Korsel menjadi tuan rumah kehadiran militer AS yang besar dalam pertahanan gabungan melawan Korut. Sekitar 28.500 tentara AS dan sistem pertahanan udara-ke-darat, termasuk sistem pencegat rudal Patriot, dikerahkan di wilayah Korsel.

Laporan media lokal Korsel menyebut beberapa baterai rudal Patriot telah diterbangkan keluar dari Pangkalan Udara Osan untuk kemungkinan dikerahkan ke pangkalan AS di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Laporan media itu tidak dikonfirmasi oleh Seoul maupun USFK.

Lihat juga Video: Trump Kirim Rudal Patriot ke Ukraina, Ngaku Kesal ke Putin

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini