China Kecam Perang di Timur Tengah: Dunia Tak Bisa Kembali ke Hukum Rimba

China Kecam Perang di Timur Tengah: Dunia Tak Bisa Kembali ke Hukum Rimba

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 08 Mar 2026 14:13 WIB
Menlu China Wang Yi
Menlu China Wang Yi di Beijing (7/3/2024). (Foto: AFP/WANG ZHAO)
Jakarta - Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengutuk perang di Timur Tengah dan mendesak Amerika Serikat untuk menyelesaikan perbedaan pendapatnya dengan Beijing. Wang Yi menyebut perang yang dipicu serangan AS dan Israel itu semestinya tidak pernah terjadi.

Hal itu disampaikan diplomat top China dalam konferensi pers di ibu kota China, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026). Wang Yi mengatakan perang yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran 'seharusnya tidak pernah terjadi'.

"Tinju yang kuat tidak berarti alasan yang kuat. Dunia tidak dapat kembali ke hukum rimba," kata Wang Yi.

Pernyataan Wang Yi itu disampaikan selama pertemuan politik tahunan China, yang digelar minggu ini, yang dikenal sebagai "Dua Sesi". Pertemuan paralel parlemen dan badan konsultatif politik Tiongkok dipantau secara ketat untuk mencari petunjuk mengenai prioritas para pemimpin puncak, di tengah lanskap geopolitik yang genting.

Wang Yi membahas berbagai isu, termasuk perang dagang dengan Amerika Serikat, ketegangan regional di Laut Cina Selatan, serta perang di Timur Tengah dan Ukraina.

"Tahun ini memang merupakan tahun yang penting bagi hubungan Sino-AS," kata Wang.

Hubungan AS-China

Hubungan antara China dan Amerika Serikat telah tegang sejak Presiden AS Donald Trump kembali ke Gedung Putih tahun lalu. Ketegangan juga diikuti oleh perang dagang yang menyebabkan kedua negara saling memberlakukan tarif balasan terhadap produk masing-masing.

"Kami mengamati beberapa negara membangun hambatan tarif dan mengejar pemisahan dan gangguan rantai pasokan," kata Wang pada hari Minggu.

"Tindakan ini seperti mencoba memadamkan api dengan bahan bakar. Pada akhirnya, tindakan tersebut akan berbalik dan merugikan diri sendiri," tuturnya.

Meskipun Tiongkok dan Amerika Serikat "tidak dapat mengubah satu sama lain", katanya, "kita dapat mengubah cara kita berinteraksi satu sama lain".

Wang mendesak kedua belah pihak untuk "menciptakan lingkungan yang sesuai, mengelola perbedaan yang ada, dan menghilangkan campur tangan yang tidak perlu".

Namun, masih ada berbagai perbedaan pendapat. China mengecam serangan militer AS dan Israel terhadap Iran, yang memiliki hubungan diplomatik dan perdagangan dengannya.

Secara khusus, China mengutuk pembunuhan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Wang Yi juga menegaskan bahwa hubungan Tiongkok dengan Moskow, yang telah dikritik oleh negara-negara Barat karena mendukung perang di Ukraina, tetap "kokoh dan tak tergoyahkan".

Simak Video 'Netanyahu Sambangi Lokasi Serangan Rudal Iran, Janji Hal Ini':

(yld/knv)



Berita Terkait