Israel Umumkan Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Jadi Target Eliminasi

Israel Umumkan Pemimpin Hizbullah Naim Qassem Jadi Target Eliminasi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 02 Mar 2026 18:54 WIB
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem (dok. Reuters)
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem (dok. Reuters)
Tel Aviv -

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa pemimpin kelompok Hizbullah, Naim Qassem, kini menjadi "target untuk dieliminasi".

Penetapan itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Senin (2/3/2026), disampaikan Katz setelah Hizbullah, yang bersekutu dengan Iran, meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Israel membalas serangan itu dengan menggempur target-target Hizbullah di wilayah Lebanon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Katz bersumpah bahwa Hizbullah "akan membayar harga yang mahal atas serangan ke arah Israel".

ADVERTISEMENT

"Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah, yang memutuskan penyerangan di bawah tekanan dari Iran, mulai sekarang, adalah target yang ditandai untuk dieliminasi," tegas Katz dalam pernyataannya.

"Siapa pun yang mengikuti jejak (mendiang Ayatollah Ali) Khamenei akan segera mendapati dirinya bersamanya di kedalaman neraka bersama semua orang yang dieliminasi dari poros kejahatan," ujarnya.

Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, telah mengumumkan bahwa pertempuran melawan Hizbullah, yang dimulai pada Senin (2/3), bisa berlangsung selama "berhari-hari".

"Kita telah melancarkan kampanye ofensif terhadap Hizbullah," kata Zamir dalam pernyataan video yang dibagikan militer Israel pada Senin (2/3), seperti dilansir AFP.

"Kita harus bersiap untuk pertempuran selama berhari-hari, bahkan banyak hari," tegasnya.

Laporan kantor berita Lebanon, National News Agency (NNA), seperti dilansir Al Jazeera, menyebut sedikitnya 31 orang tewas dan sekitar 149 orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan terbaru Israel.

Gempuran militer Tel Aviv itu menghantam area pinggiran selatan Beirut dan wilayah Lebanon bagian selatan -- keduanya merupakan markas kuat Hizbullah.

Pertempuran terbaru ini memperluas perang yang sedang berlangsung di kawasan tersebut, yang dimulai dengan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat.

Lihat juga Video '555 Warga Iran Tewas Akibat Serangan AS-Israel, 200 di Antaranya Anak SD':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads