Sedikitnya delapan orang tewas akibat rentetan serangan terbaru militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza. Gempuran militer Israel ini terjadi saat gencatan senjata Gaza, yang disepakati pada Oktober tahun lalu, masih diberlakukan.
Para petugas medis Gaza, seperti dilansir Reuters, Jumat (27/2/2026), melaporkan bahwa serangan udara Israel menghantam sekelompok warga Palestina yang ada di area Tuffah, Kota Gaza, pada Kamis (26/2) waktu setempat.
Sedikitnya dua orang tewas dan beberapa orang lainnya luka-luka akibat serangan Israel di Kota Gaza tersebut, yang terletak di wilayah utara Jalur Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rentetan serangan udara Israel lainnya, yang melibatkan drone tempur, sebut petugas medis Gaza, menghantam dua pos pemeriksaan kepolisian di area Khan Younis dan area Abu Hujair, yang terletak di barat laut kamp pengungsi Bureij, pada hari yang sama.
Laporan petugas medis Gaza menyebut sedikitnya lima orang tewas dan beberapa orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Militer Israel belum memberikan tanggapan langsung atas laporan soal serangan-serangan mematikan tersebut.
Namun dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengatakan bahwa pasukannya yang beroperasi di Jalur Gaza bagian selatan telah menewaskan seorang militan yang memberikan ancaman langsung bagi mereka, setelah dia menyeberang ke wilayah yang masih diduduki Israel di daerah kantong Palestina tersebut.
Militer Tel Aviv menggambarkan insiden itu sebagai pelanggaran gencatan senjata Gaza.
Jalur Gaza hancur lebur akibat perang yang berkecamuk sejak Oktober 2023, setelah Hamas secara mengejutkan menyerang wilayah Israel. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan bahwa total lebih 72.000 orang, sebagian besar warga sipil, tewas akibat rentetan serangan Israel sejak saat itu.
Laporan Kementerian Kesehatan Gaza juga menyebutkan bahwa sedikitnya 600 orang tewas akibat serangan Israel yang terus berlanjut sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025. Militer Israel, dalam klaimnya, menyebut empat tentaranya tewas di tangan militan Gaza sejak gencatan senjata dimulai.
Israel dan Hamas saling menyalahkan atas pelanggaran gencatan senjata di Jalur Gaza.
Pada Januari lalu, gencatan senjata Gaza mulai memasuki fase kedua, di mana Israel diharapkan menarik pasukannya lebih jauh dari Gaza dan Hamas diharuskan melucuti persenjataan serta menyerahkan kendali atas administrasi Jalur Gaza.
Tonton juga video "Detik-detik Warga Israel Bakar Tenda Warga Palesina di Tepi Barat"










































