Tambah Panjang Pejabat Mundur Usai Terseret Skandal Epstein

Tambah Panjang Pejabat Mundur Usai Terseret Skandal Epstein

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 15 Feb 2026 06:33 WIB
Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen tambahan dalam kasus Jeffrey Epstein.   (AP: Jon Elswick/File)
Ilustrasi. Epstein Files. (Foto: AP: Jon Elswick/File)
Jakarta -

Tokoh yang terseret dalam dokumen Jeffrey Epstein atau Epstein Files, tak ayal jadi bulan-bulanan publik. Terbaru, bertambah pejabat yang mundur setelah terseret skandal Epstein.

Sebagaimana diketahui departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mempublikasikan jutaan halaman dokumen baru terkait mendiang terpidana kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada Jumat (30/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kumpulan dokumen yang dirilis ini mencakup lebih dari tiga juta halaman dokumen, 2.000 video, dan 180.000 gambar. Sejumlah nama tokoh besar pun ikut disebut dalam dokumen ini.

Dubes Norwegia

Duta Besar (Dubes) Norwegia untuk Yordania dan Irak, Mona Juul, mundur dari jabatannya. Mona Juul, yang memainkan peran kunci dalam negosiasi rahasia Israel-Palestina yang mengarah pada Perjanjian Oslo pada awal tahun 1990-an, termasuk di antara beberapa tokoh Norwegia terkemuka yang terseret dalam rilis dokumen terbaru Epstein.

ADVERTISEMENT

"Ini adalah keputusan yang tepat dan perlu. Kontak Juul dengan pelaku pelecehan yang dihukum, Epstein, telah menunjukkan kesalahan penilaian yang serius," kata Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide dalam sebuah pernyataan pada Minggu (8/2) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Senin (9/2/2026).

Kepala Komunikasi PM Inggris Mundur

Kepala Komunikasi Kantor Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer, Tim Allan, mengundurkan diri juga usai tak kuat menghadapi tekanan karena pemerintahannya bergulat dengan skandal dokumen Epstein. Selain itu Kepala Staf PM Inggris, Morgan McSweeney, juga telah lebih dulu mengundurkan diri.

"Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri agar tim baru di Downing Street dapat dibentuk," kata Tim Allan dalam pernyataan singkat-kurang dari 24 jam setelah kepala staf Starmer juga mengundurkan diri, dilansir kantor berita AFP, Senin (9/2).

Starmer menghadapi seruan dari politisi oposisi untuk mengundurkan diri atas penunjukan Peter Mandelson sebagai duta besar Amerika Serikat. Meskipun mengetahui bahwa Mandelson telah mempertahankan hubungan dengan pelaku kejahatan seksual Epstein setelah pengusaha AS itu dihukum pada tahun 2008.

Bos Pelabuhan Dubai

Terbaru, Sultan Ahmed bin Sulayem mundur dari jabatannya sebagai CEO raksasa logistik DP World yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Keputusan itu diambilnya setelah meningkat tekanan terkait hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.

DP World mengumumkan pengunduran dirinya, "berlaku segera", pada hari Jumat (13/2) waktu setempat.

DP World Dubai telah menunjuk Essa Kazim sebagai ketua grup dan Yuvraj Narayan sebagai CEO baru. Foto Sulayem pun telah dihapus dari situs web perusahaan tersebut.

DP World, yang selama ini mengelola terminal pelabuhan di enam benua dan memainkan peran penting dalam infrastruktur perdagangan global, berada di bawah tekanan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir dari bisnis-bisnis yang bekerja sama dengannya usai dianggap terkait dengan skandal Epstein.

Tonton video "Taipan UEA yang Dekat dengan Epstein Tak Lagi Jadi CEO DP World"

Halaman 2 dari 2
(fca/fca)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads