Thailand Gelar Pemilu Usai 3 Kali Ganti Perdana Menteri dalam 2 Tahun

Thailand Gelar Pemilu Usai 3 Kali Ganti Perdana Menteri dalam 2 Tahun

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 08 Feb 2026 16:07 WIB
Thailand Gelar Pemilu Usai 3 Kali Ganti Perdana Menteri dalam 2 Tahun
Suasana Pemilu Thailand 2026, Pemilih Mengular di TPS (Foto: REUTERS/Maxim Shemetov)
Jakarta -

Thailand menggelar pemilu hari ini. Pemilu ini jadi pertarungan antara kubu reformis vs konservatif yang kini memegang kendali pemerintahan.

Dilansir AFP, Minggu (8/2/2026), warga Thailand datang ke TPS memberikan suara dalam pemilihan di mana reformis progresif unggul dalam jajak pendapat. Namun perdana menteri yang juga merupakan pertahana dari pihak konservatif ini diperkirakan akan mempertahankan posisinya, memperpanjang kebuntuan politik negara tersebut.

Seorang pemilih, Yuernyong Loonboot (64) berharap mendapatkan pemimpin yang kuat untuk melindungi kedaulatan Thailand. Dia mengaku tak pernah membayangkan mengalami perang di perbatasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita membutuhkan pemimpin yang kuat yang dapat melindungi kedaulatan kita. Tinggal di sini, konflik perbatasan membuat saya cemas. Perang bukanlah sesuatu yang pernah kami pikirkan sebelumnya," katanya.

ADVERTISEMENT

Diketahui, pemerintahan Thailand selanjutnya akan menghadapi tantangan pertumbuhan ekonomi yang lemah, kedatangan wisatawan belum kembali ke tingkat tertinggi sebelum Covid.

Serta tantangan jaringan penipuan siber transnasional bernilai miliaran dolar beroperasi dari beberapa negara tetangga, dan sengketa perbatasan dengan Kamboja.

Sementara itu, Perdana Menteri Thailand sekeligus petahana Anutin Charnvirakul berharap pemilih akan mempercayai partainya setelah memberikan suara pada hari Minggu.

"Kami telah melakukan semua yang kami bisa, tetapi kami tidak dapat memaksa hati publik," katanya kepada wartawan di Buriram.

"Semoga mereka akan mempercayai kami," imbuhnya. Diketahui, Partai Bhumjaithai Anutin berada di peringkat kedua.

Partai Rakyat progresif menjadi pemimpin yang unggul dalam jajak pendapat menjelang pemilu. Namun, meskipun pendahulunya, partai Move Forward, memenangkan kursi terbanyak pada pemilu terakhir tiga tahun lalu, kandidatnya diblokir dari jabatan perdana menteri dan partai tersebut kemudian dibubarkan.

Pemimpin partai Natthaphong Ruengpanyawut mengatakan setelah memberikan suara di Bangkok bahwa ia berharap untuk "mendapatkan mandat dari rakyat".

"Kami berjanji kepada rakyat bahwa kami akan membentuk pemerintahan rakyat untuk membawa kebijakan yang bermanfaat bagi semua, bukan hanya segelintir orang di negara ini," tambahnya.

Tonton juga video "Virus Nipah Mewabah di India, Thailand Berlakukan Skrining di Bandara"

(yld/idn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads