Dubes AS Tuduh Ketua Parlemen Polandia Hina Trump, Putuskan Kontak!

Dubes AS Tuduh Ketua Parlemen Polandia Hina Trump, Putuskan Kontak!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 06 Feb 2026 13:13 WIB
Dubes AS Tuduh Ketua Parlemen Polandia Hina Trump, Putuskan Kontak!
Ketua parlemen Polandia, Włodzimierz Czarzasty (dok. Bernd von Jutrczenka/dpa via AP)
Warsawa -

Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Warsawa, Tom Rose, memutuskan kontak dengan ketua parlemen Polandia, Wlodzimierz Czarzasty, pada Kamis (5/2) waktu setempat, setelah menuduhnya menghina Presiden Donald Trump.

Tuduhan itu dilontarkan setelah Czarzasty mengkritik kebijakan Trump dan menolak untuk mendukung ambisi Presiden AS itu meraih Nobel Perdamaian.

Rose, seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (6/2/2026), menegaskan bahwa Kedutaan Besar AS di Warsawa "tidak akan lagi berurusan, melakukan kontak atau komunikasi" dengan ketua parlemen Polandia, karena "penghinaan yang keterlaluan dan tanpa alasan" yang dilontarkan Czarzasty terhadap Trump. Dia menyebut keputusan tersebut berlaku segera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penghinaan yang keterlaluan dan tanpa alasan (oleh Czarzasty) yang ditujukan kepada Presiden Trump, telah menjadikannya sebagai penghalang serius bagi hubungan baik kami dengan Perdana Menteri (Donald) Tusk dan pemerintahannya," sebut Rose dalam pernyataan via media sosial X pada Kamis (5/2).

"Kami tidak akan mengizinkan siapa pun untuk merusak hubungan AS-Polandia, atau tidak menghormati (Trump), yang telah melakukan begitu banyak hal untuk Polandia dan rakyat Polandia," tegasnya.

Kemarahan Duta Besar AS itu muncul setelah Czarzasty, pada Senin (2/2), mengkritik inisiatif bersama yang diajukan oleh Ketua DPR AS Mike Johnson dan Ketua Knesset Israel Amir Ohana, untuk mengalang dukungan para ketua parlemen berbagai negara agar mencalonkan Trump untuk meraih Nobel Perdamaian tahun 2026 atas upayanya membawa perdamaian ke Timur Tengah. Czarzasty menegaskan dirinya tidak akan mendukung inisiatif tersebut.

"Menurut pendapat saya, Presiden Trump sedang mengacaukan situasi di organisasi-organisasi (internasional) ini dengan mencerminkan politik kekerasan dan menggunakan kekerasan untuk mengejar kebijakan transaksional," sebutnya.

"Semua ini berarti bahwa saya tidak akan mendukung pencalonan Hadiah Nobel Perdamaian untuk Presiden Trump karena dia tidak pantas mendapatkannya," kata Czarzasty saat berbicara kepada wartawan setempat.

Dia menambahkan bahwa daripada bersekutu lebih erat dengan pemerintahan Trump, Polandia seharusnya "memperkuat aliansi yang sudah ada" seperti dengan NATO, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Czarzasty mengkritik kepemimpinan Trump, termasuk pemberlakuan tarif terhadap negara-negara Eropa, ancaman untuk mencaplok Greenland, dan yang terbaru, klaim Trump soal sekutu-sekutu NATO "sedikit menjauh dari garis depan" selama perang di Afghanistan.

Dia menuduh Trump telah "melanggar politik prinsip dan nilai, seringkali melanggar hukum internasional".

Dalam responsnya terhadap pengumuman Rose memutuskan kontak, Czarzasty mengatakan dirinya menyesali reaksi Duta Besar AS, namun menegaskan bahwa: "Saya tidak akan mengubah pendirian saya."

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Polandia Donald Tusk turut memberikan tanggapannya terkait perselisihan ini. "Duta Besar Rose, sekutu harus saling menghormati, bukan saling menggurui. Setidaknya begitulah cara kami, di Polandia, memahami kemitraan," tulis Tusk dalam pernyataan via media sosial X.

Simak juga Video: Polandia Sebut Rusia Rencanakan Aksi Teror ke Maskapai Seluruh Dunia

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)



Berita Terkait