Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengisyaratkan bahwa "pendekatan lebih lunak" mungkin diperlukan untuk mengatasi masalah imigrasi. Hal ini setelah pemerintahan Trump menarik 700 agen imigrasi dari Minnesota, menyusul rentetan penembakan mematikan yang menuai kemarahan publik AS.
"Saya belajar bahwa mungkin kita bisa menggunakan pendekatan yang sedikit lebih lunak. Tetapi Anda tetap harus tegas," kata Trump dalam wawancara dengan program televisi NBC "Nightly News", seperti dilansir AFP, Kamis (5/2/2026).
Isyarat pendekatan lebih lunak itu disampaikan Trump saat ditanya soal apa yang telah dia pelajari dari situasi di Minneapolis, kota besar di Minnesota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penembakan fatal yang menewaskan dua warga sipil AS oleh para agen imigrasi federal di Minneapolis bulan lalu, telah memicu kemarahan luas di AS dan memunculkan seruan diakhirinya razia imigrasi di kota tersebut.
Kepala otoritas perbatasan dalam pemerintahan Trump, Tom Homan, mengumumkan pada Rabu (4/2) bahwa sebanyak 700 agen imigrasi federal AS akan ditarik dari Minnesota. Dia mengatakan bahwa langkah penarikan itu akan berlaku "segera", dengan alasan adanya peningkatan kerja sama dengan otoritas lokal.
Namun Homan juga mengatakan bahwa pengerahan kontroversial yang menuai banyak kritikan itu tetap berlanjut, dengan sekitar 2.000 agen imigrasi lainnya tetap berada di negara bagian tersebut.
Homan juga menegaskan bahwa deportasi massal untuk para migran ilegal, yang banyak terjadi selama periode kedua pemerintahan Trump, masih akan berlanjut.
"Deportasi massal ada di sini, akan dilakukan, kita sudah memecahkan rekor, dan kita tidak akan berhenti," tegas Homan dalam wawancara dengan Fox News.
Agen imigrasi federal AS menyemprotkan semprotan merica ke arah demonstran yang menentang kehadiran mereka di Minneapolis Foto: dok. Associated Press |
Menjelaskan keputusan tersebut, Homan mengatakan saat ini ada "lebih banyak petugas yang mengambil alih penahanan para migran ilegal, yang melakukan tindak kriminal, langsung dari penjara", daripada menahan mereka di jalanan -- upaya yang membutuhkan lebih sedikit personel.
Dalam pernyataannya, Homan juga mengatakan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Minneapolis "sampai kita menyelesaikan semuanya". Homan diutus Trump untuk mengawasi penindakan di Minneapolis saat kemarahan publik meningkat atas penembakan yang menewaskan dua warga sipil AS oleh agen imigrasi.
"Presiden Trump sepenuhnya bermaksud melakukan deportasi massal selama pemerintahan ini, dan tindakan penegakan hukum imigrasi akan terus berlanjut setiap hari di seluruh negeri ini," tegasnya.
Penarikan ratusan agen imigrasi ini disambut baik oleh pemimpin lokal, dengan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey dan Gubernur Minnesota Tim Walz -- keduanya dari Partai Demokrat -- menyebutnya sebagai "langkah ke arah yang benar". Namun mereka juga menyerukan pemerintah Trump segera mengakhiri operasi imigrasi di wilayah tersebut.
Lihat juga Video 'Trump Sebut Pertemuan dengan Presiden Kolombia Petro Berjalan Baik':












































