Perjanjian AS Akan Berakhir, Rusia Siap untuk Dunia Tanpa Batasan Nuklir

Perjanjian AS Akan Berakhir, Rusia Siap untuk Dunia Tanpa Batasan Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 03 Feb 2026 15:14 WIB
Perjanjian AS Akan Berakhir, Rusia Siap untuk Dunia Tanpa Batasan Nuklir
Wakil Menlu Rusia Sergei Ryabkov (dok. REUTERS/Denis Balibouse/File Photo)
Beijing -

Pemerintah Rusia menyatakan siap menghadapi realitas dunia baru tanpa adanya batasan untuk pengendalian senjata nuklir, begitu perjanjian New START antara Moskow dan Amerika Serikat (AS) berakhir pada akhir pekan ini.

Perjanjian New START ditandatangani pada tahun 2010 lalu oleh Presiden Rusia Dmitry Medvedev dan Presiden AS Barack Obama yang menjabat pada saat itu. Kecuali Rusia dan AS mencapai kesepahaman bilateral pada menit-menit akhir, perjanjian New START akan berakhir masa berlakunya pada 5 Februari mendatang.

Sejauh ini, seperti dilansir Reuters, Selasa (3/2/2026), Washington di bawah Presiden Donald Trump belum memberikan respons terhadap usulan Moskow untuk memperpanjang pembatasan yang diatur dalam perjanjian tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak adanya jawaban juga merupakan jawaban," kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia, Sergei Ryabkov, merujuk pada tidak adanya tanggapan dari AS soal usulan Rusia.

ADVERTISEMENT

Ryabkov yang juga merupakan juru bicara Kremlin untuk pengendalian senjata, menegaskan bahwa Moskow siap menghadapi realitas baru di mana dua kekuatan nuklir terbesar di dunia -- Rusia dan AS -- tidak memiliki batasan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir.

Sebelumnya, Medvedev yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, semacam politbiro modern yang terdiri atas pejabat paling berpengaruh Kremlin yang dipimpin langsung oleh Presiden Vladimir Putin, memperingatkan soal bahaya yang mungkin terjadi jika perjanjian itu diakhiri.

"Saya tidak ingin mengatakan bahwa ini (membiarkan perjanjian berakhir) segera berarti bencana dan perang nuklir akan dimulai, tetapi hal itu tetap seharusnya membuat semua orang khawatir," kata Medvedev kepada Reuters.

Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa dirinya akan membiarkan perjanjian pembatasan nuklir tersebut berakhir tanpa menerima tawaran dari Rusia untuk secara sukarela memperpanjang batasan penempatan senjata nuklir strategis -- senjata ampuh dengan jangkauan jauh dan daya ledak tinggi.

AS telah menyarankan agar China, yang memiliki kekuatan nuklir terbesar ketiga di dunia, bergabung dalam pembicaraan pengendalian senjata. Namun Beijing tidak menunjukkan keinginan untuk bergabung.

Ryabkov, dalam pernyataan yang disampaikan di tengah kunjungan ke Beijing, mengatakan bahwa Rusia mendukung posisi China tentang pengendalian senjata.

Namun Trump, dalam wawancara dengan New York Times bulan lalu, terkesan tidak terlalu memusingkan berakhirnya perjanjian New START. "Jika berakhir, ya berakhir... Kita akan membuat perjanjian yang lebih baik," cetusnya.

Simak Video 'Trump Sebut Armada AS Menuju Iran: Saya Harap Mereka Buat Kesepakatan':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads