Presiden Iran Perintahkan Negosiasi Nuklir dengan AS Dimulai

Presiden Iran Perintahkan Negosiasi Nuklir dengan AS Dimulai

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 03 Feb 2026 11:05 WIB
Presiden Iran Perintahkan Negosiasi Nuklir dengan AS Dimulai
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Foto: Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights)
Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah memerintahkan dimulainya negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat.

Menyusul respons mematikan dari pemerintah Iran terhadap protes antipemerintah yang memuncak bulan lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengancam akan melakukan tindakan militer. Trump bahkan telah memerintahkan pengiriman kapal induk ke Timur Tengah.

Namun, Trump tetap berharap Washington akan "mencapai sesuatu" dengan Iran, tetapi juga memperingatkan bahwa "hal-hal buruk akan terjadi" jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teheran bersikeras menginginkan diplomasi, sambil bersumpah akan memberikan respons tanpa batas terhadap agresi apa pun.

ADVERTISEMENT

"Presiden Pezeshkian telah memerintahkan dimulainya pembicaraan dengan Amerika Serikat mengenai program nuklir Iran," lapor kantor berita Iran, Fars pada hari Senin (2/2) waktu setempat, mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya. Dilansir kantor berita AFP, Selasa (3/2/2026), laporan tersebut juga dimuat oleh surat kabar pemerintah Iran dan harian reformis Shargh.

Pertemuan tersebut kemungkinan akan berlangsung di Turki pada hari Jumat mendatang, menyusul intervensi dari Mesir, Qatar, Turki, dan Oman. Demikian disampaikan seorang pejabat Arab kepada AFP dengan syarat anonim untuk membahas masalah sensitif tersebut.

Situs berita AS Axios mengutip dua sumber anonim yang mengatakan, bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan akan bertemu dengan utusan AS Steve Witkoff di Istanbul, Turki untuk membahas kemungkinan kesepakatan tentang masalah nuklir.

Sebelumnya dalam sebuah wawancara dengan CNN pada hari Minggu lalu, Araghchi mengatakan: "Presiden Trump mengatakan tidak ada senjata nuklir, dan kami sepenuhnya setuju. Kami sepenuhnya setuju dengan itu. Itu bisa menjadi kesepakatan yang sangat baik," ujarnya. "Sebagai imbalannya, kami mengharapkan pencabutan sanksi," imbuhnya.

Namun, secara terpisah, dia juga menegaskan bahwa negaranya tak akan bernegosiasi di bawah tekanan dan intimidasi.

"Iran selalu siap untuk diplomasi dari posisi yang setara, dengan saling menghormati, dan untuk mengejar kepentingan bangsa Iran," ujarnya dilansir media Iran, Press TV, Selasa (3/2/2026).

"Siapa pun yang berbicara kepada bangsa Iran dengan hormat akan disambut dengan hormat, sementara siapa pun yang menggunakan ancaman dan kekerasan akan disambut dengan cara yang sama," tegasnya.

Simak juga Video: Iran Tinjau Diplomasi dengan AS di Tengah Ancaman Perang Regional

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads