Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Denmark gagal dalam menyingkirkan ancaman Rusia terhadap Greenland. Trump menilai Kopenhagen tidak mampu melakukan apa pun untuk menghilangkan ancaman Moskow dari pulau strategis di kawasan Arktik tersebut.
Greenland merupakan wilayah otonomi Kerajaan Denmark, yang menjadi fokus ambisi Trump untuk bisa menguasainya. Denmark dan negara-negara Eropa lainnya menentang ambisi Trump tersebut.
Trump dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir Reuters dan TASS, Senin (19/1/2026), mengatakan bahwa "sekarang saatnya" untuk menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NATO telah memberitahu Denmark, selama 20 tahun, bahwa 'Anda harus menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland'. Sayangnya, Denmark tidak mampu melakukan apa pun tentang hal tersebut," kata Trump dalam postingan media sosial Truth Social pada Minggu (18/1) waktu setempat.
"Sekaranglah saatnya, dan hal itu akan dilakukan!!!" cetus Presiden AS tersebut dalam postingannya.
Belum ada tanggapan langsung dari Gedung Putih atas pernyataan Trump tersebut. Kementerian Luar Negeri Denmark juga belum berkomentar.
Trump telah berulang kali menegaskan bahwa dirinya tidak akan menerima apa pun, selain kepemilikan atas Greenland. Namun pemimpin Denmark dan Greenland sama-sama menegaskan bahwa pulau berselimutkan salju itu tidak untuk dijual dan tidak ingin menjadi bagian dari AS.
Sejumlah negara Eropa telah mengerahkan sejumlah kecil personel militer ke Greenland, saat perselisihan dengan AS meningkat terkait masa depan pulau tersebut.
Merespons pengerahan itu, Trump mengancam akan memberlakukan tarif secara bertahap terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencana AS menguasai Greenland.
Trump mengumumkan pada Sabtu (17/1) bahwa AS akan memberlakukan tarif perdagangan sebesar 10 persen, mulai 1 Februari mendatang, terhadap delapan negara Eropa, yang terdiri atas Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.
Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni 2026 mendatang. Trump menegaskan tarif itu "akan terus berlaku dan harus dibayarkan hingga tercapai kesepakatan untuk pembelian Greenland secara sepenuhnya dan total" oleh AS. Negara-negara Eropa mengecam ancaman tarif Trump itu sebagai pemerasan.
Trump, dalam penegasannya, menyebut Greenland menjadi bagian vital dan diperlukan untuk kepentingan keamanan nasional AS, terutama saat kehadiran Rusia dan China yang semakin mendekati pulau tersebut.
Para pejabat Denmark dan negara Eropa lainnya menekankan bahwa Greenland sudah tercakup dalam pakta keamanan kolektif NATO, di mana AS merupakan salah satu pendirinya.
Greenland merupakan wilayah otonomi Denmark. Pada tahun 1951 silam, Washington dan Kopenhagen, selain komitmen mereka sebagai sekutu NATO, menandatangani Perjanjian Pertahanan Greenland. Di bawah perjanjian tersebut, AS berkomitmen untuk melindungi pulau tersebut dari agresi.
Tonton juga video "Pemimpin Oposisi Venezuela Kasih Nobelnya Buat Trump, Emang Boleh?"










































